1 Atap Rumah di Kendari Terbang Dihantam Hujan Disertai Angin Kencang

Kendari – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga, Jumat (10/4/2026) sore. Salah satu rumah di Perumahan Tapalosa Residence 3, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian atap.
Warga sekitar bernama Isra mengungkapkan atap rumah tetangganya tersebut terbang saat angin kencang menerjang kawasan tersebut.
“Hanya satu rumah itu yang atapnya terbang, rumah-rumah di sebelahnya tidak, masih aman,” ujar Isra saat dikonfirmasi Kendariinfo.
Ia menyebut kondisi rumah yang berada di pinggir tebing diduga menjadi salah satu penyebab bangunan lebih rentan terdampak angin kencang. Selain itu, aliran listrik di rumah tersebut juga ikut terputus saat kejadian berlangsung.
“Mungkin karena di pinggir tebing jadi terdampak,” katanya.
Beruntung, saat kejadian pemilik rumah tidak berada di lokasi. Ia diketahui sedang keluar untuk menjenguk orang sakit. “Saat kejadian yang punya rumah lagi keluar jenguk orang sakit,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari, Cornelius Padang mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait dampak cuaca ekstrem tersebut. Tim BPBD saat ini fokus membantu warga terdampak sekaligus memetakkan titik-titik kerusakan.
“Masih kami kumpulkan data secara keseluruhan. Kami membantu dulu masyarakat,” ujar Cornelius.
Ia mengungkapkan, tidak hanya di Tapalosa, sejumlah titik lain juga dilaporkan terdampak. Di antaranya kawasan Bukit Kartika hingga Lepolepo.
“Spot-spot ada kerusakan, seperti di Perumahan Tapalosa, Bukit Kartika, di Lepolepo,” jelasnya.
Sementara Direktur Utama Tapalosa Residence, Andriawan mengungkapkan pihaknya telah melihat langsung kondisi rumah tersebut. Ia mengatakan developer akan bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami korban.
“Itu rumah dibeli cash, walaupun demikian kami tetap bertanggung jawab untuk memperbaiki rumah sampai kembali normal,” ujarnya saat dikonfirmasi Kendariinfo.





