Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

10 Pejabat Eselon II Sultra Setara Kadis dan Kaban Bergeser, Ini Daftar Jabatan Barunya

0
0
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka saat memberikan ucapan selamat kepada salah satu pejabat yang baru saja di lantik. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (21/9/2026).

Kendari – Sebanyak 10 pejabat eselon II setara kepala dinas (kadis) dan kepala badan (kaban) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bergeser ke sejumlah jabatan baru setelah Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Kantor Gubernur Sultra, Senin (21/9/2026).

Perubahan posisi tersebut menyasar sejumlah kadis dan kaban. Dari 10 pejabat yang dilantik, sebagian sebelumnya menduduki jabatan eselon II di lingkungan Pemprov Sultra, sementara lainnya berasal dari jabatan administrator dan fungsional.

Berikut daftar 10 pejabat eselon II yang mendapat jabatan baru:

  1. Andi Makkawaru Isa Zarny Jassin kini menjabat Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sultra.
  2. La Ode Muhamad Ali Haswandy dipercaya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sultra. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra.
  3. La Ode Muhammad Shalihin ditunjuk sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Sultra.
  4. Belli mendapat tugas sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Sultra. Sebelumnya, ia menjabat Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Pembangunan.
  5. Sukanto T.A kini menduduki jabatan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Pembangunan. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Disperindag Sultra.
  6. Muhammad Said ditunjuk sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Buton Tengah (Buteng).
  7. Misnawati Lily dipercaya sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sultra. Sebelumnya, ia merupakan Widyaiswara Ahli Madya pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sultra dan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya.
  8. Hikmawaty mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan Pemasaran Hasil Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra.
  9. Lenni Kartika Indah kini menjabat Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra.
  10. Ifa Puciano Lestari dipercaya sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Sultra. Sebelumnya, ia menjabat Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sultra.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka mengatakan penempatan dan promosi jabatan dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi dan kinerja. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi memastikan program yang dikerjakan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Saya meminta kepada seluruh ASN untuk mengubah paradigma dan pola pikir dalam bekerja yang semula hanya melaksanakan rutinitas dan menyelesaikan program kegiatan semata,” kata Andi.

Menurutnya, setiap program pemerintah harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan tidak boleh ada kegiatan yang sekadar dibuat karena keinginan tanpa mempertimbangkan manfaatnya.

“Tidak ada lagi kegiatan yang sifatnya top down, tetapi semua berbasis kebutuhan, bukan karena keinginan,” ujarnya.

Pejabat yang baru dilantik juga diminta memenuhi setiap target dan sasaran kinerja yang telah ditetapkan. Ia menilai sasaran kinerja tidak boleh berhenti sebagai dokumen administrasi.

“Sasaran kinerja jangan hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi menjadi komitmen yang harus dilaksanakan secara jujur, benar, dan konsisten,” ucapnya.

Selain itu, ia meminta seluruh pejabat memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam menjalankan tugas. Setiap persoalan pembangunan, tegas Andi, harus dihadapi dengan langkah konkret dan tidak berhenti pada pembahasan.

“Jangan hanya berbicara, tetapi wujudkan secara konkret,” tegasnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: