15 Gedung KDKMP di Sultra Rampung 100 Persen, 536 Unit dalam Pengerjaan
Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mempercepat pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di 17 kabupaten dan kota. Dari total 551 unit yang direncanakan, sebanyak 15 gedung telah rampung 100 persen.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhamad Shalihin, menyebutkan sebagian besar bangunan kini masih dalam tahap pengerjaan.
“Total keseluruhan 551 unit. Yang sudah 100 persen ada 15 unit, sisanya sementara berproses dan sebagian kecil menunggu tahapan pembangunan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 527 unit dalam proses konstruksi, sementara 9 unit lainnya segera memasuki tahap pembangunan.
Program ini dirancang sebagai strategi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis desa dan kelurahan, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga penguatan fungsi koperasi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok.
Untuk mempercepat realisasi, Pemprov Sultra juga mendorong percepatan penyediaan lahan bagi koperasi yang belum memiliki lokasi pembangunan. Pengurus koperasi diminta proaktif mengidentifikasi aset milik pemprov, pemerintah kabupaten/kota, maupun desa.
Shalihin menjelaskan, pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada lahan seluas 1.000 meter persegi dengan ukuran bangunan 20 x 30 meter. Sementara untuk tahap kedua, skema pembangunan tengah dibahas bagi koperasi yang memiliki lahan di bawah 1.000 meter persegi.
Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan 551 gedung koperasi itu melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara yang bekerja sama dengan jajaran TNI melalui Kodim setempat. Gedung yang telah selesai kini menunggu tahap pengisian fasilitas operasional.
Dalam waktu dekat, koperasi akan menerima dukungan berupa satu unit mobil truk, satu unit mobil pick up 4×4, dua unit motor viar, serta perlengkapan gerai di dalam gedung. Selain itu, akan ada pendampingan selama dua tahun guna memastikan pengelolaan berjalan optimal.
Ke depan, Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat distribusi berbasis Business to Business (B2B), menyediakan beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Koperasi juga akan berperan sebagai pemasok bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga rantai distribusi kebutuhan program tersebut dapat ditopang dari koperasi setempat.
Nantinya, setiap gedung KDKMP bakal dilengkapi sembilan gerai wajib, di antaranya gerai sembako, klinik, apotek, unit simpan pinjam, serta fasilitas pergudangan yang terintegrasi dalam satu kawasan usaha.
“Karena itu, pengurus koperasi dituntut memiliki kemampuan manajerial dan jiwa kewirausahaan agar mampu mengembangkan unit usaha secara profesional,” tuturnya.
Pemprov Sultra menargetkan seluruh gedung KDKMP telah terbangun sebelum peluncuran nasional pada 16 Agustus 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan catatan seluruh koperasi telah mengantongi kesiapan lahan.
