2 Anak 14 Tahun di Kendari Diberi Imbauan Usai Lakukan Intimidasi dan Pemukulan

Kendari – Dua anak lelaki berusia 14 tahun diamankan Tim Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra usai melakukan intimidasi, pemukulan, hingga pelemparan di sebuah toko perbelanjaan di Jalan Sorumba, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi mereka terekam CCTV dan membuat karyawan maupun pengunjung resah.
Peristiwa itu terungkap setelah petugas menerima laporan warga soal aktivitas parkir liar yang disertai tindakan kasar kepada karyawan dan satpam toko, Senin (24/11/2025). Rekaman video yang diterima polisi memperlihatkan pelaku memukul dan melempar barang ke arah karyawan.
“Dalam video itu terlihat jelas tindakan pemukulan dan lemparan barang oleh dua anak tersebut,” ujar Dantim Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita saat dikonfirmasi Kendariinfo, Selasa (25/11).
Petugas kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan dua remaja yang teridentifikasi dalam rekaman CCTV. Keduanya berinisial AN (14) dan LMY (14) yang hampir setiap hari berkeliaran di sekitar toko.
“Saat kami tiba, kedua anak itu masih berada di area toko sehingga langsung kami amankan untuk dimintai keterangan,” katanya.
Dalam proses pemeriksaan, keduanya mengakui telah melakukan intimidasi dan pemukulan kepada karyawan toko. Petugas menunjukkan kembali rekaman CCTV sebagai bahan klarifikasi kepada keduanya.
“Mereka mengakui perbuatannya setelah kami perlihatkan rekaman itu, dan mereka tampak menyesal,” ungkapnya.
Karena masih di bawah umur, polisi tidak melakukan penahanan terhadap kedua bocah tersebut. Mereka hanya diberi teguran keras serta edukasi agar tidak mengulangi tindakan serupa.
“Kami hanya memberikan imbauan dan edukasi karena usia mereka masih 14 tahun. Setelah itu kami suruh pulang,” jelasnya.
Petugas juga mengimbau orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka. Pihak toko pun diminta meningkatkan keamanan di area parkir untuk mencegah terulangnya intimidasi serupa.
“Kami berharap keluarga bisa mengawasi lebih ketat, dan pihak toko juga meningkatkan pengamanan,” tutupnya.





