Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Sports

2 Pemuda asal Kendari Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Pokémon Unite 2025

2 Pemuda asal Kendari Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Pokémon Unite 2025
Raditya N. Saleh (kiri) dan Jeremias Massie (kanan) yang akan wakili Indonesia di ajang Pokemon Unite World Championship Series (WCS) 2025 di Amerika Serikat. Foto: Istimewa.

Kendari – Dua pemuda asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Raditya N. Saleh (24) dan Jeremias Massie (28), akan mewakili Indonesia dalam ajang Pokémon Unite World Championship Series 2025 yang digelar di Anaheim, California, Amerika Serikat, pada 15 – 17 Agustus 2025 mendatang.

Keduanya tergabung dalam tim ONYX, bersama tiga pemain lainnya dari Bekasi, Pekanbaru, dan Surabaya. Tim ini lolos ke kejuaraan dunia setelah berhasil menempati posisi dua besar dalam kualifikasi regional Indonesia, yang menjadi syarat utama untuk melaju ke turnamen internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Play! Pokémon.

Raditya “Resortee” Saleh adalah alumni SMA Kartika Kendari dan Universitas Muhammadiyah Kendari. Ia tinggal di Jalan Dr. Sam Ratulangi Nomor 46, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat. Sementara Jeremias “alr” Massie merupakan lulusan SMA Negeri 1 Kendari dan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Saat ini, ia berdomisili di Jalan Dr. Sam Ratulangi Nomor 139, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat.

Raditya mengungkapkan ketertarikannya pada Pokémon Unite bermula sejak 2021, setelah diperkenalkan oleh sepupunya. Sebelumnya, ia juga sempat aktif di beberapa gim kompetitif lain seperti Dota 2 dan Mobile Legends.

Dalam persiapan menuju kejuaraan dunia, tim ONYX rutin melakukan latih tanding (scrimmage) melawan tim-tim internasional dari Thailand, Malaysia, Jepang, Australia, India, hingga Prancis—yang juga akan berlaga di WCS 2025.

Baca Juga:  Driver Online Kendari Ditipu Penumpang, Minta Diantar di Morosi lalu Motor Dibawa Kabur

Namun, mereka menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi kualitas jaringan internet yang belum merata serta kendala domisili pemain yang tersebar di berbagai kota, sehingga menyulitkan proses bonding tim.

Raditya mengatakan tim ONYX saat ini belum memiliki pelatih atau manajer resmi. Meski begitu, mereka mendapat dukungan penuh dari keluarga dan kerabat. Sementara biaya keberangkatan dan akomodasi ditanggung oleh Pokémon Company tanpa sponsor eksternal.

“Kami ingin jadi juara dunia dan membawa nama Indonesia ke panggung internasional,” kata Raditya kepada Kendariinfo, Jumat (8/8/2025).

Ia juga berharap keikutsertaan mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kendari bahwa karier di bidang electronic sport (esport) merupakan pilihan yang sah dan menjanjikan.

Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten