2 Pria Kena Busur saat Pesta Miras di Depan Lippo Plaza Kendari
Kendari – Pria berinisial R (25) dan A (26) menjadi korban pembusuran saat mengonsumsi minuman keras (miras) di depan Lippo Plaza Kendari, atau tepatnya di Jalan M.T Haryono, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sabtu (18/6/2022) sekitar pukul 22.00 WITA.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakan, sebelum diserang menggunakan busur, korban R sempat cekcok dengan salah satu terduga pelaku yang berjumlah dua orang.
“Korban dan teman-temannya sedang minum-minuman keras di salah satu warung. Kemudian menurut saksi yang ada di lokasi, melihat korban R cekcok dengan pelaku yang dia tidak ketahui namanya berjumlah dua orang,” kata Fitrayadi.
Setelah itu, dua terduga pelaku meninggalkan tempat tersebut. Tapi tak berselang lama, terduga pelaku dan rekan-rekannya kembali dengan membusur dua korban.
“R mengalami luka tusukan busur pada bagian perut sebelah kiri dan mengeluarkan darah. Sedangkan, A mengalami luka tusukan busur pada bagian tangan sebelah kiri,” bebernya.
Kedua korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam pengaruh miras dan saat ini dalam penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari.
“Untuk korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam pengaruh miras dan saat ini dalam penanganan medis,” ungkapnya.
Sementara itu, saksi bernama Faisal (27), mengaku sempat menolong korban inisial R dan membawanya langsung ke rumah sakit. Saat terjadi pembusuran, Faisal dan temannya kebetulan lewat di lokasi tersebut. Pada waktu yang hampir bersamaan, Faisal melihat korban R dalam keadaan lemas dan sempat terjatuh saat dibonceng di atas sepeda motor.
“Korban saya lihat terbanting dari motor saat dibonceng temannya. Terus saya turun dari motor dan pergi tahan korban dari belakang untuk dibawa ke Rumah Sakit Abunawas (RSUD Kota Kendari),” kata Faisal kepada Kendariinfo.
Saat menolong R, Faisal melihat mata busur telah tercabut dan sedang dipegang korban. Di rumah sakit, Faisal melihat perut korban R dalam keadaan robek. Tapi dia mengaku hanya menolong korban dan tidak tahu-menahu motif pembusuran tersebut.
“Kalau kasusnya kita tidak tahu. Hanya kebetulan ada orang butuh pertolongan, kita bantu. Tiba di rumah sakit saya langsung pulang karena mandi darah. Tapi memang robek di perut, ususnya sudah keluar karena mata busurnya ditarik paksa keluar. Seharusnya tidak boleh,” pungkasnya.
