2 Putra Sultra Wakili Indonesia dalam Turnamen Mancing Internasional 2025 di Turki
Kendari – Dua putra asal Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka adalah aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, Mulyadi Umar (43) dan anggota Polres Kolaka Utara (Kolut), Polda Sultra, Aiptu Hamzah Basri (45).
Mewakili Indonesia dalam ajang Rosatom International Fishing Tournament 2025 yang akan digelar di Kota Mersin, Turki, pada 21 – 23 Oktober 2025. Mulyadi diketahui merupakan atlet mancing dari Club Mancing Ilfiania Fishing, sementara Hamzah dari Bhayangkara Fishing, Maraja Pancing, Rhama Fishing.
Turnamen bergengsi ini menjadi ajang tahunan yang mempertemukan para pemancing profesional dari berbagai negara di dunia. Di bawah naungan Badan Tenaga Atom Negara Rosatom, acara ini mengusung tema besar “Energy of the Future” menggabungkan semangat olahraga, inovasi teknologi, serta kesadaran lingkungan.
Menurut Mulyadi, kegiatan ini tidak sekadar kompetisi memancing, tetapi juga wadah edukasi global yang memperkuat solidaritas komunitas nuklir internasional.
“Turnamen ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir bisa berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Pesan utamanya adalah keamanan dan keberlanjutan ekosistem,” ujarnya kepada Kendariinfo, Sabtu (18/10/2025).
Selain bertanding di laut lepas Laut Mediterania, para peserta nantinya akan melakukan kunjungan langsung ke Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Akkuyu, proyek konstruksi energi terbesar di dunia saat ini.
“Rangkaian kegiatan meliputi presentasi teknologi, pelatihan memancing profesional, hingga gala dinner penutupan di Ulu Resort Hotel,” paparnya.
Dalam pembagian grup, lanjut Mulyadi, Indonesia akan berada satu tim dengan Hungaria, Mesir, dan Afrika Selatan. Sementara grup lain terdiri dari Turki, Uzbekistan, dan Kazakhstan.
Sebelum berangkat ke Turki, kedua atlet ini menyempatkan diri menemui Wakil Gubernur Sultra, Hugua, pada Sabtu (18/10) untuk meminta doa dan restu. Hugua menyampaikan kebanggaannya atas keikutsertaan mereka di ajang internasional tersebut.
“Mereka bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga membawa semangat masyarakat Sultra. Semoga pulang dengan pengalaman berharga dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Partisipasi dua putra daerah ini, kata Hugua, menjadi simbol bahwa Sultra tidak hanya kaya akan potensi bahari, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang mampu tampil di panggung global, mempromosikan harmoni antara teknologi, olahraga, dan kelestarian alam.
Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!
