2 Situs Peninggalan Jepang di Kendari Terbengkalai Tak Terurus
Kendari – Indonesia sempat dijajah Jepang selama 3,5 tahun sebelum mencapai kemerdekaan. Meskipun masa pendudukan Jepang terbilang singkat, tetapi beberapa peninggalannya masih dapat ditemui. Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu daerah yang memiliki situs atau bangunan peninggalan tersebut.
Ada banyak situs sejarah peninggalan Jepang yang ditemukan di Kota Kendari, tetapi masih banyak yang terbengkalai dan tidak terurus. Dua situs sejarah peninggalan Jepang berupa pilboks, yaitu sarana pertahanan saat perang dan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.
Kedua situs peninggalan tersebut berada di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Made Sabara, Kecamatan Mandonga. Kemudian di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 71, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia atau tepatnya di depan stasiun TVRI Sultra. Namun, kedua pilboks tersebut kondisinya terbengkalai dan tidak terurus.
Pilboks Made Sabara misalnya. Bangunan berbentuk silinder ini memperlihatkan kondisinya yang retak pada bagian dinding, bagian atasnya sedikit hancur sehingga besi penyokongnya terlihat keluar.
Tidak hanya itu, di dalam peninggalan bersejarah ini seperti dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Pasalnya terdapat sampah-sampah plastik plastik bahkan beberapa botol bekas minuman keras (miras). Tumbuhan liar pun nampak menjalari bagian luar dan dalam pilboks.
Sementara pilboks lainnya yang berada di depan Stasiun TVRI Sultra, terlihat lebih baik dibandingkan pilboks sebelumnya.
Kondisi pilboks yang memiliki garis tengah sekitar 2 meter, lingkar 7 meter, dan tebal 33 cm ini terlihat tidak memiliki kerusakan di setiap sisinya. Hanya karena termakan oleh usia, tumbuhan lumut nampak tumbuh di seluruh bagian bangunan.
Bangunan peninggalan Jepang ini telah menyatu dengan batang dan akar pohon yang tumbuh di sampingnya.
Pilboks merupakan bangunan berbentuk silinder atau tabung yang terbuat dari beton dan oleh para tentara dijadikan sebagai tempat mengintai.
Pada bangunan ini memiliki lubang pintu masuk yang cukup besar berbentuk segi empat sebagai pintu masuk, lubang udara pada bagian atas dan lubang segi empat lainnya dengan ukuran kecil yang merupakan rongga untuk mengintai.
