Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Dugaan Malapraktik RS Konawe, Bayi Usia 1 Bulan Alami Hidung Cacat

Dugaan Malapraktik RS Konawe, Bayi Usia 1 Bulan Alami Hidung Cacat
Pasien bayi dugaan malapraktik oleh RSUD Konawe. Foto: Istimewa. (10/6/2021).

Konawe – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga melakukan malapraktik kepada seorang bayi berinisial MZA, hingga harus kehilangan tulang lunak hidung besarnya.

Visit the Princess

Dugaan tersebut dinyatakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Konawe usai mendapat konfirmasi dari keluarga pasien.

Masalah ini, juga membuat Aliansi Mahasiswa Konawe angkat suara dan menggelar aksi unjuk rasa di depan RS Konawe, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tobeu, Kecamatan Unaaha, Kamis (10/6/2021).

Diketahui, bayi tersebut dirawat di rumah sakit pada 28 Mei lalu karena menderita penyakit demam dan ada lendir di paru-parunya.

Namun setelah dirawat dalam waktu kurang lebih dua minggu, wajah bayi itu sudah dalam keadaan cacat, di mana dirinya kehilangan tulang lunak hidung besarnya.

Bupati LIRA, Satriadin, sangat menyayangkan kejadian ini. Terlebih pasien tersebut baru berusia satu bulan lebih.

WallDecor"

“Besar dugaan kami waktu pemasangan oksigen dan sipet dari perawat yang ditugaskan di ruang NICU. Tidak mengontrol kondisi hidung si bayi saat oksigen atau alat yang dipasangkan di seluruh tubuh pada saat perawatan. Setelah dilepas ternyata tulang lunak hidung si bayi putus,” tulis Satriadin dalam keterangan resminya, Rabu (9/6).

Dirinya juga meminta agar pihak rumah sakit bertanggung jawab atas dugaan kelalaian tersebut.

“Inilah yang jadi masalah oleh pihak keluarga korban terhadap pihak RS, agar bertanggung jawab penuh atas kelalaian dari seluruh perawat serta dokter di ruang NICU untuk segera melakukan langkah agar hidung bayi kembali seperti semula meskipun tidak terlalu normal,” pungkasnya.

Laporan: Fera

Visit the Vaporsix

Baca Juga:  Buka Kongres XXXI HMI, Jokowi: Terlalu Banyak Kader HMI di Kabinet Indonesia Maju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten