22 Kepala Keluarga di Konawe Mengungsi akibat Bencana Hujan Badai

Konawe – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe merilis data kerusakan dan korban jiwa bencana hujan badai pada Minggu (5/3/2023) lalu. Hasilnya terdapat 22 kepala keluarga (KK) yang terpaksa mengungsi.
Kepala BPBD Konawe, Herianto Pagala dalam keterangan resminya mengatakan bahwa berdasarkan data terdapat empat kecamatan yang mengalami kerusakan rumah.
“Yaitu Kecamatan Morosi, Bondoala, Unaaha, dan Anggaberi,” kata Herianto, Selasa (7/3) malam.
Dari empat kecamatan yang terdampak, tercatat korban yang meninggal dunia dan luka-luka berada di Kecamatan Bondoala.
“Yang di Bondoala 1 korban jiwa (meninggal dunia) yang tertimpa pohon dan luka-luka 2 orang,” ujar Heri.
Kemudian, KK yang kehilangan rumah akibat hujan badai berada di Kecamatan Morosi. Di sana sebanyak tiga desa terdampak yaitu Desa Besu, Paku, dan Puuruy.
“Untuk Kecamatan Bondoala hanya satu desa yakni Desa Pebunooha Dalam,” terang Heri.
Lanjutnya, di Kecamatan Unaaha dan Anggaberi juga mengalami beberapa kerusakan yang berada di kelurahan masing-masing.
Dari keempat kecamatan tersebut, terhitung total sebanyak 115 KK mengalami kerusakan rumah dan terdapat 22 KK terpaksa mengungsi akibat rumahnya rusak berat.
“Dari 22 KK terdapat 62 jiwa. Jadi mereka mengungsi sementara di rumah keluarga mereka,” jelas Heri.
BPBD Konawe terus berkoordinasi dengan dinas terakit agar secepatnya disalurkan bantuan bagi para KK yang terdampak.
“Pemerintah sementara asesmen bagi kepala keluarga terdampak, dan secepatnya menyalurkan bantuan,” tutup Herianto.





