24 Hari Tak Ada Kabar, Calon Tamtama asal Baubau Hilang saat Daftar Ulang di Kendari
Kendari – Harapan besar itu kini berubah menjadi kegelisahan yang tak berkesudahan. Sudah 24 hari berlalu, keberadaan Asran (21), calon Tamtama TNI AD asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), masih menjadi misteri.
Asran berangkat dengan mimpi besar, mengenakan seragam loreng dan mengabdi kepada negara. Ia tercatat mengikuti seleksi calon Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Setelah dinyatakan lolos tahapan administrasi dan mengantongi formulir, Asran bertolak dari Baubau menuju Kota Kendari pada Sabtu (24/1/2026), untuk mengikuti daftar ulang di Korem.
“Dia berangkat mau daftar ulang di Korem Kendari. Dia tes TNI AD,” ujar pamannya, La Bilu (41), kepada Kendariinfo, Selasa (17/2).
Setibanya di Kendari, Asran sempat menginap di indekos milik rekannya yang berada di depan Komando Resor Militer (Korem) 143/Halu Oleo, tepatnya di Jalan Oikumene, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.
Namun pada hari yang sama, menjelang sore, Asran pamit keluar. Ia hanya mengatakan hendak membeli perlengkapan alat tulis, untuk kebutuhan administrasi pendaftaran ulang.
Kata La Bilu, kepergiannya dinilai biasa saja. Tak ada firasat aneh. Tak ada tanda-tanda mencurigakan. Sejak langkahnya meninggalkan indekos itulah, Asran tak pernah kembali. Lokasi itu menjadi saksi terakhir keberadaan pemuda 21 tahun tersebut.
Hanya saja, keluarga sempat menerima tanda-tanda samar. Nomor WhatsApp Asran masih aktif beberapa waktu. Pesan yang dikirim terbaca, namun tak pernah dibalas. Panggilan telepon masuk, tetapi tak diangkat. Hingga akhirnya, nomor tersebut benar-benar tak lagi aktif.
“Mau beli perlengkapan, tetapi tidak pulang sampai sekarang. Pernah di-WA dan dihubungi, hanya di-read, tetapi tidak dibalas. Telepon juga tidak diangkat,” tutur La Bilu.
Sehari setalah hilang atau pada Minggu (25/1), keluarga melaporkan hilangnya Asran ke pihak kepolisian di Kendari. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada kabar pasti. Jejak Asran seolah lenyap ditelan kota.
La Bilu bersama keluarga telah berupaya mencari ke berbagai tempat. Mereka telah menyisir sejumlah sudut Kota Kendari. Namun usaha itu belum membuahkan hasil. Harapan demi harapan terus dipanjatkan di tengah ketidakpastian.
Di Baubau, keluarga besar menanti dengan doa yang tak putus. Setiap dering telepon menghadirkan harap, setiap pesan masuk menumbuhkan cemas. Asran berangkat dengan tekad menjadi prajurit. Kini, yang tersisa hanyalah tanya.
“Semoga dia baik-baik saja dan tidak terjadi hal-hal buruk,” tambahnya.
La Bilu membeberkan ciri-ciri Asran, yakni badannya berisi, rambut hitam dan kulit sawo matang. Bagi yang menemukan, silakan menghubungi nomor 0823-1173-9697 (La Bilu).
