3 Kader NasDem Dapat Restu DPP, SKI Berpotensi Kantongi Tiket Menuju Pilwali Kendari 2024
Kendari – Tiga kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) yakni Abdul Razak, Sitya Giona Nur Alam, dan Siska Karina Imran (SKI) mendapatkan restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari. Pengamat Politik Sultra Najib Husein menilai, SKI berpeluang besar mengantongi tiket atau rekomendasi menuju pilwali 2024 mendatang.
Najib Husein mengatakan, restu yang diberikan oleh DPP Partai NasDem, termasuk partai-partai lainnya kepada para kader merupakan salah satu cara untuk menilai keseriusan dan potensial figur dalam menjalankan kerja-kerja politik.
Tetapi, meskipun tiga kader mendapatkan dukungan untuk bertarung di pilwali nantinya, pimpinan partai harus mengantongi satu nama yang dianggap memenuhi kriteria partai masing-masing. Nama yang dianggap layak, selanjutnya akan direkomendasikan sebagai calon dukungan mereka nantinya.
Terkait Partai NasDem yang telah memberikan dukungan kepada tiga kadernya, akademisi asal Universitas Halu Oleo (UHO) itu memprediksi SKI berpotensi besar mengantongi tiket DPP, dibandingkan dua kader lainnya.
Bang Najib, sapaan akrab Najib Husein menguraikan tiga alasan utama sehingga ia meyakini SKI bakal didukung penuh oleh partai berlambang lingkaran biru dengan siluet kuning kunyit di tengahnya.
Pertama, SKI adalah mantan Wakil Wali Kota Kendari yang menjabat 6 Mei 2020 hingga 9 Oktober 2022. Najib menyebut, jika dibandingkan dua kader NasDem lainnya, SKI masih unggul, sebab ia telah memiliki pengalaman menjadi orang nomor dua di Kota Kendari selama dua tahun lebih, mendampingi Wali Kota Sulkarnain Kadir.
Tetapi, sebagai wanita pertama yang menjadi Wakil Wali Kota Kendari, apalagi bakal bertarung pada pilkada nanti, SKI ditantang agar bisa meyakinkan masyarakat bahwa kesetaraan gender berlaku di Kota Lulo. Artinya, ia harus bisa membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi nakhoda.
“Sebenarnya SKI punya dasar karena dia pernah jadi wakil wali kota, tinggal bagaimana menyakinkan pemilih bahwa perempuan juga bisa memimpin kota ini. Tentunya, dia harus menawarkan program sebagai solusi permasalahan kota selama ini,” kata Najib kepada Kendariinfo, Senin (9/1/2023).
Yang kedua, SKI harus melepas bayang-bayang dua mantan Wali Kota Kendari sebelumnya, yakni Asrun (mertua SKI) dan Adriatma Dwi Putra atau ADP (suami SKI).
Meskipun masih memiliki basis masa dan strategi politik keduanya cukup mapan, Najib berharap, SKI harus sering tampil di depan publik sesuai dengan gaya politiknya, terutama menguatkan tim pada barisan perempuan.
“Strateginya melepas bayang-bayang Asrun dan ADP, bahkan harus lebih sering tampil di depan,” tambahnya.
Yang terakhir, Najib menilai SKI sebagai kader Partai NasDem yang energik dan memiliki jaringan kuat kepada masyarakat.
Namun, untuk mengantongi tiket menuju Pilwali Kendari 2024, ia harus bisa menunjukkan kerja-kerja politik agar partai besutan Surya Paloh tersebut tidak ragu mengeluarkan rekomendasi nantinya.
“Menurut saya, peluang Siska jauh lebih besar untuk didukung Partai NasDem, tinggal bagaimana membuktikan kerja-kerja politik agar tidak ada lagi keraguan NasDem,” paparnya.
Dia juga membeberkan cara lain agar SKI bisa mendapatkan dukungan penuh dari Partai NasDem.
Ia menyebut, SKI harus totalitas dalam pemilihan calon legislatif (pilcaleg) yang bakal berlangsung sebelum Pilwali Kendari nantinya. Bahkan, calon presiden yang telah diusung oleh Partai NasDem yakni Anies Baswedan, harus bisa dimanfaatkan oleh SKI agar mendapatkan tiket dan rekomendasi dari partai ber-tagline Gerakan Perubahan tersebut.
“NasDem sudah membuat keberanian menentukan lebih awal calon presidennya, sebenarnya ini bisa dimanfaatkan oleh calon-calon di daerah (termasuk SKI),” pungkasnya.
Secara terpisah, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem, Abdul Azis mengatakan, pihaknya belum menyatakan sikap terkait figur yang akan diusung di Pilwali Kendari nantinya.
“Saat ini, kita masih fokus di pilpres dan pilcaleg,” pungkasnya.
