Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

3 Negara Masih Terima PMI asal Sultra Jalur G to G, Jepang Tujuan Dominan

0
0
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Askar. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (5/12/2024).

Kendari – Balai Pelindungan dan Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, hingga Juni 2025 terdapat tiga negara yang masih aktif membuka akses penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) melalui skema kerja sama antarpemerintah atau Government to Government (G to G) yakni Korea Selatan, Jepang, dan Jerman.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar. Selain tiga negara itu, Arab Saudi juga telah menjalin kerja sama G to G, namun penempatan PMI ke negara tersebut masih belum terealisasi.

“Yang paling aktif sejauh ini adalah Jepang. Mereka menerima PMI asal Indonesia lewat program pekerja berketerampilan khusus atau Specified Skilled Worker (SSW),” ungkap Askar, Jumat (4/7/2025).

Meskipun Jepang rutin menerima pekerja asal Sultra tiap tahunnya, jumlah pendaftar untuk jalur G to G tahun 2025 relatif rendah.

“Baru satu orang yang mendaftar sampai Juni. Semoga dia lolos,” ucapnya.

Sementara itu, proses seleksi PMI untuk Korea Selatan sedang berlangsung dan tinggal menunggu hasil akhir. Adapun untuk Jerman, rekrutmen PMI belum dibuka hingga akhir Juni 2025.

Askar menegaskan, untuk bisa mengikuti program G to G, para calon PMI wajib memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan, serta kemampuan berbahasa asing yang memadai.

Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 25 pekerja migran asal Sultra telah bekerja di luar negeri dengan berbagai jalur penempatan dan sektor pekerjaan. Sebagian besar dari mereka bekerja melalui jalur mandiri maupun program Specified Skilled Worker (SSW) yang memberikan kesempatan legal bagi tenaga kerja terampil.

Negara tujuan utama bagi pekerja migran asal Sultra masih didominasi oleh Jepang, terutama di sektor-sektor seperti manufaktur, pertanian, dan konstruksi.

Di sektor pertanian, beberapa PMI asal Sultra terlibat sebagai pekerja pertanian umum, petani sayur, hingga tenaga penanganan udang laut di Brunei Darussalam. Sektor konstruksi di Jepang juga banyak menyerap tenaga kerja asal Sultra, khususnya sebagai operator dan tukang bangunan.

Tak hanya itu, sejumlah pekerja juga tercatat berprofesi sebagai nelayan di Jepang dan Malaysia, serta tenaga kerja industri di Brunei dan Malaysia. Selain itu, pekerjaan di bidang layanan kebersihan gedung, perawat lansia, dan pekerja sosial juga turut ditekuni oleh pekerja asal Sultra.

Menariknya, satu pekerja migran asal Sultra bahkan berhasil menembus posisi strategis sebagai Chief Engineer di Tonga, menunjukkan bahwa kualitas SDM dari Sultra mampu bersaing di level internasional.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: