31 Perusahaan Buka 1.678 Lowongan di Sultra Job Fair 2025
Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) kembali menggelar Sultra Job Fair 2025 di Kantor Dinas Transnaker Sultra, sebagai bagian dari implementasi Program Semua Mudah Dapat Kerja (Samudra) yang digagas Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.
Pameran bursa kerja tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 November 2025, dan diikuti oleh 31 perusahaan dengan total 1.678 lowongan kerja yang tersedia. Mayoritas lowongan berasal dari sektor pertambangan, ritel, dan pembiayaan.
Kepala Dinas Transnaker Sultra, Ali Haswandy, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran di Sultra.
“Ini bagian dari pelaksanaan Program Samudra yang telah dimulai sejak awal tahun. Tahun ini ada 31 perusahaan yang bergabung dengan total 1.678 lowongan. Kami berperan memfasilitasi para pencari kerja agar bisa terhubung langsung dengan perusahaan,” jelasnya di Kendari, Rabu (12/11/2025).
Ali menjelaskan, program Samudra tidak hanya menyediakan bursa kerja, tetapi juga mencakup pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kerja, termasuk pelatihan untuk calon pekerja migran. Pelatihan ini dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) dan instansi terkait seperti BP3MI, agar tenaga kerja Sultra memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Ia menambahkan, Sultra Job Fair akan terus digelar secara berkelanjutan sepanjang tahun, menyesuaikan dengan kebutuhan rekrutmen dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah.
“Program ini tidak berhenti di kegiatan tahunan. Sepanjang tahun, kalau ada perusahaan yang butuh tenaga kerja, kami akan bantu fasilitasi. Tujuannya agar kesempatan kerja terbuka lebih luas dan angka pengangguran di Sultra terus berkurang,” ujarnya.
Menurutnya, upaya Pemprov Sultra melalui program Samudra sejalan dengan visi Gubernur Andi Sumangerukka untuk memastikan setiap masyarakat Sultra mendapat akses yang mudah terhadap lapangan kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dengan proses yang legal dan terarah.
“Program ini diarahkan untuk memastikan masyarakat bisa bekerja sesuai minat dan keahliannya, dan semua prosesnya dilakukan secara prosedural,” tutur Ali.
