Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

325 Anjing di Kendari Disuntik Rabies, Belum Termasuk Asu Liar dan Jalanan

0
0
Petugas Dinas Peternakan (Dispan) Kota Kendari menyuntik vaksin rabies pada anjing peliharaan. Foto: Istimewa.

Kendari – 325 anjing (asu) yang tersebar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima suntik vaksin rabies secara gratis. Namun vaksin rabies hanya diperuntukkan bagi anjing-anjing peliharaan dan belum termasuk asu liar dan jalanan.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Dispan) Kota Kendari, Santiwati, mengatakan vaksin rabies pada anjing liar atau jalanan dapat dilakukan kecuali ada permintaan atau laporan langsung dari masyarakat. Dia menyebut, 325 dosis vaksin rabies yang diterima Dispan Kota Kendari baru diprioritaskan bagi anjing-anjing peliharaan.

“Untuk sementara kami tidak menyuntik anjing liar. Tetapi kalau ada masyarakat yang meminta tolong, kami datang. Kalau ada informasi kami suntik,” kata Santiwati kepada Kendariinfo, Kamis (18/8/2022).

Dia mengungkapkan, belum ada laporan terkait kasus rabies di Kota Kendari. Namun dia mengaku, anjing yang memiliki gejala rabies biasanya mengeluarkan lendir pada mulut, seperti asu liar dan jalanan pada umumnya.

“Di Kendari alhamdulillah belum ada temuan yang masuk ke kami. Gejala rabies biasanya itu dia keluar lendir, sama dengan anjing-anjing liar yang di jalan-jalan itu,” ungkapnya.

Olehnya itu, Dispan Kota Kendari tetap melaksanakan vaksinasi rutin setiap tahun. Santiwati mengaku, vaksinasi rabies tahun ini telah berjalan sejak Juli 2022 meski ada penurunan jumlah dosis dari tahun lalu. Tahun 2021, pihaknya menerima 500 dosis dan 2022 turun menjadi 325 dosis. Menurut Santiwati, penurunan jumlah dosis karena ada permintaan dari provinsi lain.

“Sementara jalan, sudah hampir satu bulan, dari Juli 2022. Bahkan sudah mau hampir habis vaksinnya. Kalau Kendari tahun ini hanya 325 dosis dan sebenarnya tidak cukup. Tahun lalu kami dapat 500 dosis, tapi sekarang mungkin ada juga di provinsi lain, jadi semua kabupaten dan kota turun jadi 325 dosis,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan vaksin rabies, pihaknya menurunkan petugas pada setiap kecamatan yang tersebar di Kota Kendari. Para petugas melakukan vaksinasi berdasarkan titik-titik yang telah dikantongi dalam pelaksanaan tahun sebelumnya. Namun jika ada masyarakat yang ingin menyuntik anjing peliharaannya, petugas tetap siap melayani.

“Masyarakat yang tidak dapat sebelumnya bisa juga dapat tahun ini. Jadi yang baru itu kami mobile, kalau ada informasi. Masyarakat juga bisa melapor langsung,” pungkasnya.

Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: