342 Warga Binaan Rutan Kendari Terima Remisi Idulfitri 1447 Hijriah

Kendari – Sebanyak 342 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari mendapatkan remisi pada Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Kepala Rutan Kelas IIA Kendari, Rikie Noviandi Umbaran, menyampaikan remisi ini diberikan kepada warga binaan beragama Islam yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif. Penilaian tersebut mencakup kepatuhan terhadap aturan, serta keaktifan dalam mengikuti program pembinaan kepribadian maupun kemandirian.
“Remisi ini merupakan hak bagi warga binaan yang telah menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pidana. Momentum Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk memberikan apresiasi tersebut,” ujar Rikie, kepada Kendariinfo, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan dari total penerima, besaran remisi yang diberikan bervariasi, tergantung pada lamanya masa pidana yang telah dijalani serta hasil evaluasi pembinaan masing-masing individu. Proses pemberian remisi juga dilakukan secara transparan dan melalui tahapan yang ketat, mulai dari verifikasi hingga persetujuan sesuai prosedur yang berlaku.
Rikie menambahkan pemberian remisi ini tidak hanya menjadi pengurangan masa hukuman, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi warga binaan. Pasalnya, banyak di antara mereka yang tampak terharu, karena remisi ini menjadi bukti bahwa perubahan sikap dan komitmen untuk menjadi lebih baik mendapat perhatian dari negara.
Rikie berharap remisi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri, menjaga kedisiplinan, serta aktif dalam setiap program pembinaan yang telah disiapkan pihak rutan.
“Harapan kami, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga benar-benar memanfaatkan waktu untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga saat kembali ke masyarakat, mereka siap beradaptasi dan berkontribusi secara positif,” harapnya.
Ia menegaskan remisi yang diberikan menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi warga binaan untuk menata kembali masa depan mereka dengan harapan baru.





