4 Kelurahan di Kendari Terendam Banjir, 139 Rumah Terdampak

Kendari – Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat empat kelurahan di Kota Kendari dilanda banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama sepekan terakhir. Genangan air merendam 139 rumah, berdampak pada 141 kepala keluarga (KK).
Hingga Minggu (29/6), wilayah terdampak banjir meliputi Kelurahan Lepolepo, Sanua, Kampung Salo, dan Sodohoa. Dari keempat kelurahan itu, Lepolepo menjadi yang paling parah dengan 103 rumah warga terendam banjir. Sementara di Kelurahan Kampung Salo terdapat 20 rumah terdampak, Sanua 14 rumah, dan Sodohoa 2 rumah.
“Di beberapa titik seperti Lepolepo, ketinggian air justru terus naik. Warga sudah melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman dengan bantuan petugas kami di lapangan,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinsos Sultra, Wawan Arianto.
Selain banjir, bencana tanah longsor juga menambah daftar kerusakan di Kota Kendari. Sebanyak 11 rumah warga tertimbun material longsor, tersebar di Kelurahan Sanua (9 rumah) dan Sodohoa (2 rumah). Satu warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.
Warga yang terdampak kini mengungsi ke rumah keluarga, masjid, serta tenda-tenda darurat yang telah didirikan pemerintah. Proses evakuasi dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, dibantu petugas dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Dinas Sosial.
Sebagai bentuk tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sultra telah mulai mendistribusikan bantuan logistik, di antaranya makanan siap saji, perlengkapan bayi, tenda gulung, kasur lipat, alat kebersihan, selimut, air bersih, hingga pendirian dapur umum lapangan.
“Kami terus memantau kondisi. Untuk saat ini, banjir belum surut,” tambah Wawan.





