Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

4 Sopir Angkutan Lebaran di Kendari Positif Narkoba

0
0
Sampel urine para sopir angkutan lebaran di Terminal Puuwatu, Kota Kendari. Foto: Istimewa. (18/3/2026).

Kendari – Empat pengemudi bus yang akan melayani angkutan Lebaran 2026 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terdeteksi positif narkoba dan langsung dilarang beroperasi setelah menjalani tes urine di Terminal Puuwatu, Rabu (18/3/2026).

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sultra, Husni Mubarak, mengatakan pemeriksaan terus berlangsung sebagai bagian dari pengawasan intensif menjelang arus mudik Lebaran.

“Per hari ini, update pukul 10.00 Wita ini sudah 48 pengemudi yang dites urine, dengan hasil empat orang positif, lainnya negatif. Sampai saat ini masih berlangsung pemeriksaan kesehatan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Puskesmas Puuwatu,” ungkap Husni.

Ia menegaskan, seluruh pengemudi yang dinyatakan positif langsung dilarang untuk mengoperasikan kendaraan demi menjamin keselamatan para pemudik.

“Kami memastikan mereka yang membawa puluhan nyawa ini benar-benar fit. Jika terindikasi positif, mereka tidak diizinkan berangkat,” tegasnya.

Selain itu, para pengemudi yang terindikasi menggunakan narkoba telah diserahkan kepada BNN untuk penanganan lebih lanjut. BPTD juga meminta perusahaan otobus untuk segera menyiapkan sopir pengganti dan meningkatkan pengawasan internal.

“Kami juga meminta sopir pengganti dan merekomendasikan untuk periksa semua urine pengemudinya,” tambah Husni.

Lebih lanjut, Husni menyebut langkah ini tidak hanya untuk pengawasan, tetapi juga sebagai upaya perlindungan bagi penumpang selama musim mudik.

“Ini untuk keselamatan penumpang dan pemudik, sekaligus bisa menjadi informasi tambahan bagi para pemudik untuk memilih angkutan umum yang resmi, karena kalau di luar atau travel gelap kita tidak bisa melakukan pengecekan,” jelasnya.

Pemeriksaan urine ini melibatkan kolaborasi antara BPTD, BNN, dan Dinkes Kota Kendari dengan sasaran pengemudi bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP).

“Pemeriksaan menyasar pengemudi bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP),” jelasnya.

Selain tes narkoba, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan umum seperti tekanan darah dan kondisi fisik pengemudi guna mengantisipasi potensi kecelakaan selama lonjakan arus mudik.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Kendari, Hasmirah, menyebut langkah ini penting untuk memastikan seluruh pengemudi dalam kondisi prima sebelum melayani penumpang.

“Untuk mudik tahun ini ada pemeriksaan narkoba guna memastikan mereka terbebas dari zat terlarang. Kami juga memberikan layanan cek kesehatan gratis agar perjalanan tetap aman,” tutup Hasmirah.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: