52 Kali Gempa di Sultra, Ini 5 Poin Imbauan BMKG Kendari
Sulawesi Tenggara – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kendari mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (29/3/2022).
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin dalam siaran pers BMKG bernomor: GF.00.02.001/KKDI/III/2022. Berikut 5 poin yang menjadi isi imbauan tersebut:
- Bagi masyarakat yang telah mengungsi ke dataran tinggi, dipersilakan untuk kembali ke tempat tinggalnya.
- Sampai dengan hari ini tanggal 29 Maret 2022 pukul 08.00 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan total kejadian gempa bumi sebanyak 52 kejadian dan masih ada potensi terjadinya gempa susulan.
- Apabila terjadi gempa bumi dengan guncangan yang kuat, masyarakat diimbau untuk dapat melakukan evakuasi mandiri. Untuk masyarakat yang tinggal di pesisir pantai agar menjauhi pantai menuju daerah yang lebih tinggi dalam waktu 2 – 3 jam setelah kejadian gempa bumi.
- Jika ada informasi yang menyatakan prediksi akan terjadi gempa bumi dalam waktu dan jam tertentu maka dipastikan informasi tersebut tidak benar dan bukan bersumber dari BMKG.
- Diimbau kepada masyarakat agar tidak menanggapi isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (hoaks) terkait dengan prediksi gempa bumi dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG.
Rudin mengatakan, lima poin tersebut dikeluarkan pasca-gempa bumi signifikan pada 26 Maret 2022 pada pukul 21.16 WITA yang berlokasi di laut pada jarak 5 kilometer arah utara Soropia, Kabupaten Konawe, Sultra dengan kekuatan magnitudo (M) 5,2 pada kedalaman 10 kilometer.
“Demikian siaran pers ini disampaikan, mohon untuk masyarakat agar tetap tenang dan tetap waspada,” tutup Rudin dalam siaran persnya.
