Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

6 Lokasi Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM di Kendari Hari Ini

0
0
Kelompok Rumah Revolusi demo tolak kenaikan harga BBM di Perempatan KFC Jalan M.T Haryono. Foto: Aldi/Kendariinfo. (4/9/2022).

Kendari – Sejumlah massa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan dan masyarakat sipil melakukan demonstrasi di enam titik di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Massa berunjuk rasa untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Minggu (4/9/2022).

Enam titik tersebut yaitu di Pertigaan Universitas Halu Oleo (UHO), Perempatan Pasar Baru, Perempatan KFC Jalan M.T Haryono, Perempatan Wuawua, Gerbang Batas Kota di Kecamatan Ranomeeto, dan Jalan Saranani Kelurahan Korumba.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Muhammad Eka Fathurrahman, mengatakan agenda unjuk rasa di sejumlah titik tersebut adalah menolak kenaikan harga BBM. Eka menyebut massa yang berunjuk rasa di Pertigaan UHO adalah Aliansi September Tragedi Koalisi Mahasiswa FISIP UHO dan Solidarity Change Control Iron (SCCI) dengan jumlah 25 orang.

Kelompok Cipayung Plus dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) demo tolak kenaikan harga BBM di Perempatan Pasar Baru, Kota Kendari. Foto: Aldi/Kendariinfo. (4/9/2022).

Sementara demo di Perempatan Pasar Baru dilakukan oleh kelompok Cipayung Plus dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan jumlah sekitar 30 orang.

“Kalau di Pertigaan UHO korlapnya Asnul dan Darma yang jumlah massanya 25 orang. Sementara di Perempatan Pasar Baru korlapnya Muhammad Alamsyah dengan jumlah massa sekitar 30 orang,” ujarnya.

Unjuk rasa di Perempatan KFC Jalan M.T. Haryono dilakukan oleh kelompok Rumah Revolusi dengan massa berjumlah 10 orang. Sementara unjuk rasa di Perempatan Wuawua dilakukan oleh Perkumpulan Masyarakat Tolaki (PMT) yang berjumlah sekitar 20 orang.

“Di Perempatan KFC korlapnya Januidi dengan jumlah massa sekitar 10 orang. Kalau di Perempatan Wuawua korlapnya Supriyadin dengan jumlah massa sekitar 20 orang,” jelasnya.

Sementara unjuk rasa di Gerbang Batas Kota Kecamatan Ranomeeto dilakukan oleh kelompok Pemuda Merah Putih dengan jumlah massa 15 orang. Sementara unjuk rasa di Jalan Saranani dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan jumlah massa 20 orang.

“Di Gerbang Batas Kota korlapnya Sarwan yang jumlahnya 15 orang. Sementara di Jalan Saranani korlapnya Muh. Fadri yang jumlahnya sekitar 20 orang,” ungkapnya.

Massa berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Pertigaan UHO, Kota Kendari. Foto: Aldi/Kendariinfo. (4/9/2022).

Selain unjuk rasa, massa juga melakukan razia kendaraan dinas berpelat merah di dua titik, yaitu di Perempatan Pasar Baru dan Perempatan KFC. Eka menyebut razia yang dilakukan para demonstran karena menurut mereka mobil dinas seharusnya hanya digunakan saat jam kantor. Meski begitu, Eka mengaku telah mengimbau para pemilik kendaraan dinas yang berpelat merah tidak melalui jalan-jalan tersebut.

“Mengingat ini hari libur, alasan mahasiswa karena mobil dinas hanya boleh digunakan saat jam dinas saja. Saya sudah arahkan supaya jangan mendekat di lokasi demo bagi kendaraan dinas berpelat merah,” pungkasnya.

Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: