Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

7 Faskes di Kendari Bisa Cek dan Tangani HIV, Ini Tempatnya

0
0
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (3/9/2026).

Kendari – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari mencatat 147 kasus HIV sejak Januari hingga Juli 2026. Masyarakat yang ingin memeriksakan diri tidak perlu khawatir karena layanan pemeriksaan HIV tersedia di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Kendari, sedangkan tujuh fasilitas kesehatan (faskes) dapat menangani pasien hingga tahap pengobatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi, mengatakan 147 kasus tersebut ditemukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 8 ribu orang yang masuk dalam kelompok berisiko HIV.

Selain pemeriksaan, Dinkes Kota Kendari juga memperkuat layanan HIV dengan menyediakan tujuh faskes yang dapat melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan pengobatan. Ketujuh faskes tersebut yakni Puskesmas Perumnas, Puskesmas Lepolepo, Puskesmas Kemaraya, Puskesmas Poasia, RSUD Kota Kendari, RSUD Bahteramas, dan RS Santa Anna.

“Semua puskesmas dan rumah sakit bisa melakukan pemeriksaan dini HIV dan semuanya gratis. Kami juga punya tujuh faskes yang tidak hanya melakukan deteksi dini, tetapi juga pengobatan,” kata Ellfi, Kamis (9/9/2026).

Menurut Ellfi, pemeriksaan HIV juga penting dilakukan oleh ibu hamil. Hal itu untuk mencegah penularan HIV dari ibu kepada bayi selama masa kehamilan hingga persalinan.

Dinkes Kota Kendari mencatat tiga kasus HIV pada balita per Juli 2026. Ketiga kasus tersebut berkaitan dengan penularan HIV dari ibu kepada anak karena status HIV sang ibu tidak diketahui selama kehamilan.

“Kalau kita mengetahui status HIV ibu hamil, kami berikan obat. Saat melahirkan, kami juga menyiapkan upaya pencegahan agar anaknya tidak terkena HIV,” ujarnya.

Ellfi mengatakan penemuan kasus HIV saat ini tidak hanya dilakukan melalui layanan kesehatan. Dinkes Kota Kendari juga melakukan penjangkauan langsung ke masyarakat dengan melibatkan pihak eksternal untuk mendekati kelompok sasaran.

Upaya tersebut dilakukan karena masih terdapat masyarakat yang enggan terbuka mengenai status kesehatan maupun risiko HIV. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mempermudah proses penemuan kasus dan penanganannya.

Kasus HIV di Kendari Capai 147 Orang, Dinkes Temukan 3 Kasus pada Balita

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: