7 Program Pemprov Sultra yang Telah Turunkan Angka Inflasi di Bumi Anoa
Sulawesi Tenggara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui 7 program yang dikomandoi oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto telah mampu menurunkan angka inflasi tahunan (yoy) di Bumi Anoa.
Pada awal kepemimpinan Andap September 2023, inflasi Provinsi Sultra 3,46 persen, menduduki peringkat kedua tertinggi nasional. Kemudian Oktober 2023 angka inflasi turun ke 3,14 persen, dan pada November terkoreksi di 2,87 persen.
Pada awal 2024 inflasi Sultra menjadi 2,58 persen, peringkat ke-14 terendah se-Indonesia. Angka inflasi Sultra tersebut berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 2,61 persen.
Berikut tujuh program yang dikonstruksikan untuk mengendalikan inflasi di Sultra:
- Mengintegrasikan data stok dan neraca pangan 17 kabupaten/kota untuk penyusunan kebijakan pengendalian inflasi.
- Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 17 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sultra.
- Menggerakkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan secara masif untuk operasi pasar guna cek ketersediaan pasokan, kelancaran distribusinya, dan pengawasan terhadap praktik monopoli Harga.
- Penyaluran bantuan pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bekerja sama dengan Bulog.
- Penanaman 2.738.485 bibit sayur mayur untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Sultra, yang juga mendapat apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
- Penyaluran bantuan sarana prasarana dan pengembangan teknologi pertanian guna peningkatan produksi pangan.
- Subsidi silang anggaran untuk komoditas angkutan udara yang menyumbang 0,48 persen andil inflasi.
Tujuh langkah diatas merupakan bagian tidak terpisahkan dari substansi materi komitmen yang ditandatangani bersama antara Pj. Gubernur Sultra, bupati/wali kota, dan stakeholder terkait untuk penanganan laju inflasi di Sultra.
“Setelah 7 langkah konkret ini dilaksanakan, setiap minggunya kami laksanakan analisis dan evaluasi (anev) guna memastikan pencapaian dan perbaikan dari kekurangan dan memutuskan solusinya, serta menentukan strategi atas kendala lapangan,” ucap Andap dikutip dari laman PPID Sultra, Sabtu (27/1/2024).
