Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Baubau

7 Strategi Disepakati, Pemkot Baubau Serius Tekan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri

0
0
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Baubau yang diadakan di Aula Lantai II Kantor Wali Kota Baubau, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: ZE/Diskominfo Baubau. (13/2/2026).

Baubau – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut diadakan di Aula Lantai II Kantor Wali Kota Baubau, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (13/2/2026).

Rapat tersebut melibatkan seluruh unsur internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Baubau dan diperkuat dengan kehadiran instansi vertikal, seperti Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Murhum.

Dalam rapat itu, Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, menyampaikan terjadi inflasi pada Januari dan Februari 2026, salah satunya diakibatkan intervensi subsidi listrik Kota Baubau yang hilang 50 persen pada 2025.

“Inflasi Januari dan Februari memang menunjukkan kenaikan dibanding periode yang sama tahun lalu, salah satunya karena hilangnya intervensi subsidi listrik 50 persen tahun lalu. Namun, kita tidak perlu khawatir berlebihan. Pemkot Baubau mengerahkan segala daya untuk melayani masyarakat dalam penyediaan pangan berkualitas dengan harga ekonomis,” ujar Hamsinah.

Rapat tingkat tinggi Pemkot Baubau melahirkan tujuh strategi prioritas guna menjaga stabilitas ekonomi Kota Baubau hingga Idulfitri 1447 Hijriah:

  1. Menjamin ketersediaan stok bahan pangan yang cukup serta menjaga stabilitas harga.
  2. Memperkuat pengawasan terhadap pedagang agar harga jual komoditas tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.
  3. Meningkatkan frekuensi dan efektivitas pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menerapkan prinsip 4T (Tepat Waktu, Tepat Sasaran, Tepat Lokasi, dan Tepat Komoditas).
  4. Bulog diharapkan mempercepat distribusi Minyakita dengan mekanisme penyaluran langsung kepada pedagang eceran.
  5. Memperkuat pembentukan klaster pangan di kecamatan dan kelurahan serta penguatan gerakan tanam mandiri, khususnya untuk komoditas yang berpotensi menjadi penyumbang inflasi.
  6. Sekretariat TPID Kota Baubau memfasilitasi perluasan kerjasama antar daerah (KAD) guna menjamin kelancaran pasokan bahan pangan.
  7. Mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas cold storage untuk menjaga kualitas dan ketersediaan produk perikanan, serta melakukan percepatan koordinasi dengan cold storage milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo untuk dimanfaatkan oleh Pemkot Baubau.

Tujuh poin prioritas tersebut diharapkan dapat terlaksana melalui koordinasi antar penyelenggara Pemkot Baubau serta sinergi dengan sejumlah instansi vertikal terkait. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa tanpa terbebani kenaikan harga pangan.

“Harapan kita semua tetap solid dan bekerja keras. Kita ingin masyarakat Baubau dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga pangan,” pungkas Hamsinah.

Penulis
Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: