76 Ribu Ton Beras Tersedia di Gudang Bulog Sultra, Pasokan Ramadan Dipastikan Aman
Kendari – Sebanyak 76 ribu ton beras masih tersedia di gudang Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra). Jumlah tersebut dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, mengatakan jumlah tersebut cukup untuk menjaga ketersediaan beras, selama tidak ada distribusi besar ke luar daerah.
“Untuk stok saat ini masih ada di 76 ribu ton masih aman kalau tidak keluar di daerah lain ya bisa sampai lebaran tahun depan lah,” kata Benhur, Rabu (11/2/2026).
Di tengah persiapan Ramadan, Bulog juga menargetkan penyerapan gabah minimal 90 ribu ton hingga Juni 2026 dari total target 120 ribu ton. Penyerapan difokuskan pada periode puncak panen yang diperkirakan berlangsung Maret – April 2026.
“Target kita adalah sampai dengan Juni itu 120 ribu ton, tetapi kita harus dapat dulu minimal 90 ribu ton,” ujarnya.
Selain menjaga stok, Bulog Sultra bersiap menyalurkan bantuan pangan tahap pertama kepada para penerima untuk alokasi Februari – Maret 2026. Secara nasional, jumlah penerima disebut naik hampir dua kali lipat atau sekitar 90 persen dibanding sebelumnya. Di Sultra sendiri, sebelumnya tercatat ada 187 ribu penerima.
“Kalau dia proporsional nasional naik 90 persen berarti kan sekitar 360 ribu atau 350 ribu penerima bantuan untuk Februari – Maret. Kita masih menunggu,” jelasnya.
Jika jumlah penerima di Sultra mencapai sekitar 350 ribu orang untuk dua kali alokasi, maka beras yang akan disalurkan diperkirakan sekitar 7 ribu ton. Sementara minyak goreng, dengan asumsi dua kali penyaluran masing-masing 2 liter per penerima, totalnya sekitar 1 juta hingga 1,2 juta liter.
“Kalau itu misalnya kita ibaratkan 350 ribu penerima untuk dua alokasi berarti sekitar 7 ribu ton beras akan kita salurkan. Dan minyaknya karena dua kali 2 liter berarti sekitar 1 juta liter akan kita salurkan,” katanya.
Untuk mendukung distribusi tersebut, stok minyak goreng di Sultra saat ini sekitar 140 ribu liter dan tambahan 400 ribu liter masih dalam perjalanan. Bulog Sultra juga memiliki stok gula pasir sekitar 170 ton dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp17.500.
