Polemik Hadiah Umrah Gratis dari ASR Selesai, Ada Miskomunikasi

Kendari – Polemik terkait hadiah umrah beberapa warga pada acara jalan santai di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada 16 Juli 2023 lalu menemui titik terang. Pihak penyelenggara, Yayasan Aku Sahabat Rakyat (ASR), dan penerima hadiah umrah mengakui adanya miskomunikasi, sehingga masalah itu ramai diperbincangkan di media sosial.
Penerima hadiah umrah akhirnya mendapatkan kepastian terkait keberangkatan mereka. Setelah mengalami beberapa kesalahpahaman yang memicu keramaian di media sosial, pihak penerima hadiah dan penyelenggaraan berhasil menyelesaikan masalah tersebut melalui pertemuan dan diskusi.
Hasniar, Usmanto, Sarina, Herniati, Septiya Ningsih, Aryani, dan Muh Arsidin, sebagai penerima hadiah menyampaikan permohonan maaf atas keributan di media sosial. Mereka mengakui adanya miskomunikasi dengan penyelenggara yang menyebabkan ketidaknyamanan. Namun, Muh Arsidin tidak sempat hadir dalam pertemuan tersebut karena sedang berduka.
“Ternyata masalah ini timbul akibat miskomunikasi antara kami dan pihak penyelenggara. Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas keramaian yang sempat terjadi di media sosial. Kami tidak mengetahui kejelasan informasi dan merasa bingung harus meminta penjelasan dari pihak mana,” ujar Herniati mewakili keenam rekannya, Selasa (6/8/2024).
Herniati juga menekankan bahwa pertemuan dan diskusi yang dilakukan mengungkap bahwa masalah itu murni berasal dari miskomunikasi. Herniati pun sangat menghargai komitmen penyelenggara dan memastikan keberangkatan mereka.
“Kami sangat menghargai ketulusan dalam menunaikan janji dan memastikan keberangkatan kami untuk melaksanakan umrah,” ungkapnya.
Dengan penyelesaian polemik itu, para calon jemaah umrah dapat bernapas lega. Keberangkatan mereka sudah dipastikan terlaksana paling lambat tanggal 30 November 2024.
“Insyaallah, kami akan diberangkatkan untuk melaksanakan umrah paling lambat pada tanggal tersebut. Terima kasih atas bantuan dan pengertian semua pihak yang terlibat,” katanya.
Perwakilan Yayasan ASR, Gusti, juga memberikan tanggapan mengenai situasi itu. Gusti menyebut pihaknya menyambut baik penyelesaian polemik dan menghargai sikap kooperatif semua pihak. Pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dan menghargai kesabaran para penerima hadiah umrah.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan komunikasi dan pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” ucap Gusti.





