Sultra Ekspor Ikan Hias ke Brunei, Harganya Lebih Menguntungkan

Kendari – Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengekspor sebanyak 2.236 ekor ikan hias ke negara tetangga, Brunei Darussalam, Rabu (28/4/2021).
Pimpinan CV Nurafia Marine Fish, Albar Abu selaku eksportir mengatakan, penjualan ikan hias ke negara lain lebih menguntungkan dibanding dalam negeri. Dia menyebut, perbedaan harganya bisa mencapai 90 persen.
“Selama 20 tahun kami telah menekuni bisnis ikan hias untuk pasar domestik, dan hari ini berhasil mengekspor ke Brunei. Harga lokal dan harga ekspor sangat berbeda. Selisihnya bisa sampai lebih dari 90 persen, atau lebih tinggi harga ekspor daripada harga lokal. Ini sangat menguntungkan sekali,” katanya.
Albar menjelaskan, eskpor ini berkat kerja sama dengan Bea Cukai Kendari, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Hasil Perikanan (BKIPM), Unit Penyelenggara Bandara Haluoleo, dan Angkasa Pura Logistik yang tergabung dalam Tim Klinik Ekspor Sultra.
“Kami merasakan kemudahan dalam proses pengurusan ekspor. Proses pengurusan ekspor ini terbilang cepat. Bea Cukai dan instansi pemerintah lainnya sangat membantu kami,” jelasnya.
Sementara itu, Tim Klinik Ekspor Sultra berhasil mengekspor perdana ikan hias ini di Terminal Kargo Bandara Haluoleo Kendari. Sebanyak 2.236 ikan yang dikirim ke Brunei terdiri dari 17 jenis ikan hias air laut dengan nilai devisa sebesar USD644.70 juta atau setara Rp9,3 miliar.
“Nilai devisanya untuk negara sebesar USD 644.70,” ungkap Albar.
Sebagai informasi, selama tahun 2021, Tim Klinik Ekspor Sultra terus bersinergi dalam melakukan asistensi kepada calon eksportir. Saat ini, mereka telah berhasil mewujudkan ekspor berbagai macam komoditas di Sultra, di antaranya pala, mete, residu sawit, mutiara, dan yang terbaru yaitu ikan hias.
Laporan: Risman






