BBST Terbitkan 39 Buku Cerita Anak dalam Bahasa Daerah dan Indonesia

Sulawesi Tenggara – Balai Bahasa Sulawesi Tenggara (BBST) menerbitkan 39 buku cerita anak dalam dua bahasa (dwibahasa) sebagai upaya pelestarian bahasa daerah.
Staf Fungsional Penerjemah BBST, Dwi Pratiwi S. Husba, menjelaskan produk buku cerita anak itu mengakomodir beberapa bahasa daerah Sultra, seperti Wolio, Muna, Kulisusu, Tolaki, Wakatobi, dan Moronene.
“Buku cerita anak ini diproduksi oleh putra-putri terbaik dari Sultra yang tersebar dari beberapa kabupaten. Sementara untuk tim illustrator terdapat beberapa orang dari luar Sultra,” katanya, Jumat (22/11/2024).
Beberapa judul buku yang diterbitkan adalah Puuna Kaluku Momaporona (Wolio); Kiki Kene Hadano (Wakatobi, dialek Wanci); Pindara, Wali Ntoniangku (Kulisusu); Wa Nada mai Konguleano (Ciacia); Anano Oleo (buku Bahasa Moronene); Pombokiki’iano i Sori (Tolaki); dan Kadawano Wa Ima (Muna).
“Terdapat 2 buku bahasa Wolio, 1 buku bahasa Wakatobi dialek Wanci, 8 buku bahasa Kulisusu, 4 buku bahasa Ciacia, 9 buku bahasa Moronene, 7 buku bahasa Tolaki, dan 8 buku bahasa Muna,” jelas Dwi
Pihaknya sudah melakukan berbagai tahapan hingga uji keterbacaan di lima daerah, karena buku cerita anak terdiri dari bahasa Moronene-bahasa Indonesia, Ciacia-Indonesia, Kulisusu-Indonesia, Muna-Indonesia, dan Tolaki-Indonesia.
Setelah melakukan tahapan uji keterbacaan, pihaknya melakukan konsinyasi produk penerjemah tahap akhir sebelum akhirnya buku cerita anak tersebut dipublikasikan.





