Polres dan Pemkab Koltim Upayakan Mediasi Kasus Keluarga yang Terima Teror OTK di Mowewe

Kolaka Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur dan aparat kepolisian melakukan upaya mediasi terkait masalah yang menimpa keluarga Massing (44) di Desa Lambo Tua, Kecamatan Mowewe. Upaya mediasi dilakukan agar ada titik terang, sehingga Massing beserta anak dan istrinya bisa beraktivitas seperti sediakala.
Massing sebelumnya meninggalkan rumahnya di Desa Lambo Tua usai menerima teror dan ancaman dari sekelompok orang tak dikenal (OTK). Teror diduga terjadi karena Massing menguasai dan mengolah sejumlah lahan.
Kapolsek Mowewe, Ipda Asrul, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, baik Pemkab Koltim, Polres Koltim, camat, tokoh adat, dan kuasa hukum, serta pihak terkait, Kamis (23/1/2025).
“Sudah rapat koordinasi kemarin,” katanya, Jumat (24/1).
Pascarapat koordinasi, Pemkab Koltim mengagendakan turun langsung ke Desa Lambo Tua sekaligus mencari solusi untuk keluarga Massing, sehingga masalah yang menimpanya bisa menemui titik terang.
“Adapun hasilnya kembali diserahkan ke pemerintah daerah melalui Kabag Hukum Pemkab Konsel dan Camat Mowewe untuk melakukan koordinasi dengan tokoh adat setempat. Kita mencari solusi terbaik agar permasalah Massing bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Kuasa Hukum Massing, Efendi, menyebut kliennya harus mendapatkan keadilan sebagai warga negara. Efendi percaya Pemkab Koltim dan Polres Koltim bisa bergandengan mencari solusi terkait masalah yang dihadapi kliennya.
“Kami percaya, pemerintah dan kepolisian akan memberikan hasil memuaskan kepada klien kami. Pada dasarnya, kami sangat apresiasi kinerja mereka dan semoga klien kami ini bisa hidup tenang di desa tersebut,” pungkasnya.
Keluarga di Koltim Mengungsi Usai Terima Teror, Korban Tempuh Jalur Hukum





