Baznas Beri Bantuan Korban Kebakaran di Wuawua, Kendari

Kendari – Badan Amil Zakat (Baznas) memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (29/4/2025).
Ketua Baznas Kota Kendari, Amri Natsir, menyerahkan langsung bantuan kepada korban. Bantuan tersebut disalurkan usai salat zuhur, sebagai bentuk kepedulian Baznas terhadap masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Total bantuan yang diberikan sebesar Rp7,5 juta. Rinciannya Rp5 juta dialokasikan untuk membantu perbaikan rumah yang mengalami kerusakan, sementara Rp2,5 juta digunakan untuk menunjang kebutuhan biaya pendidikan anak dari keluarga terdampak.
“Iya, tadi kami serahkan, setelah selesai salat zuhur,” kata Amri Natsir saat dikonfirmasi Kendariinfo.
Penyaluran bantuan itu merupakan bagian dari program tanggap darurat Baznas Kendari yang tidak hanya fokus pada aspek sosial-keagamaan, tetapi juga pendidikan dan pemulihan ekonomi pasca-bencana. Ia berharap bantuan bisa meringankan beban korban dan memotivasi mereka untuk bangkit kembali.
Salah satu anak dari keluarga korban kebakaran, Adan Saputra (23), mengungkapkan keluarganya telah menerima sejumlah bantuan dari berbagai pihak. Bantuan tersebut datang dari lembaga dan organisasi seperti Lazismu, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tamalaki Distrik Tunggala, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), serta Dinas Sosial Kota Kendari.
Meski begitu, ia menyebutkan kebutuhan keluarganya belum sepenuhnya terpenuhi, terutama dalam hal perlengkapan sekolah dan kebutuhan dasar lainnya. Sebab kebakaran yang menimpa rumah mereka pada Jumat (25/4) pagi itu tidak hanya menghanguskan tempat tinggal, tetapi juga seluruh barang kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan pendidikan.
“Kami bersyukur sudah banyak yang bantu, tetapi kami masih butuh seragam sekolah untuk adik saya SMP, juga perlengkapan dapur karena semua habis terbakar,” kata Adan.
Ia saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi dan telah memasuki semester delapan. Sementara kedua adiknya, Uswatun Hasanah (13) masih duduk di bangku kelas 7 SMP dan Umi Nurjanah (19) merupakan mahasiswa semester lima.





