Polda Sultra Tangani 269 Kasus Selama 2 Pekan Pelaksanaan Ops Pekat Anoa 2025

Sulawesi Tenggara – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Anoa 2025 di Sulawesi Tenggara (Sultra) berakhir setelah dua pekan digelar. Selama pelaksanaan operasi, tercatat 269 kasus tertangani.
Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian menuturkan, dari 269 kasus itu, ada 97 tersangka yang diamankan. Tindakan atau praktik premanisme menjadi kasus yang paling menonjol, tercatat ada 32 kasus tengah ditangani dengan jumlah tersangka 51 orang.
“Adapun rinciannya yang saat ini ditangani atau naik ke sidik oleh Polda Sultra, dalam hal ini Ditreskrimum sebanyak 5 kasus, dengan jumlah tersangka 15 orang. Di belakang kami ini ada 4 tersangka. Untuk tersangka lainnya saat ini berada di Polsek Baruga 6 orang, dan Polres Konawe 5 orang. Sisanya penanganannya dilakukan dengan pembinaan,” tutur Iis, Jumat (16/5/2025).
Dari 4 tersangka yang dihadirkan dalam konferensi pers, jelas Iis, sejumlah barang bukti yang terdiri dari senjata tajam (sajam), kendaraan roda dua maupun empat serta uang tunai telah disita.
Selain itu juga, selama kurun waktu Operasi Pekat Polda Sultra juga mengunkap tindak pidana lainnya. Seperti narkoba 17 kasus dengan 17 tersangka, perjudian 6 kasus 24 tersangka, prostitusi 7 kasus 13 tersangka, penganiayaan 14 kasus 14 tersangka, pengancaman 4 kasus 8 tersangka, dan sajam 17 kasus 20 tersangka,” jelasnya.
Sementara itu, Karo Ops Polda Sultra, Kombes Pol Wasis Santoso menyampaikan, setelah berakhirnya Operasi Pekat Anoa pihaknya akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme yang saat ini menjadi salah satu fokus penanganan gangguan kamtibmas.
“Perintah dari kapolri. Kami siap mengayomi, dan melindungi masyarakat. Kalau ada informasi-informasi yang berkaitan dengan gangguan kamtibmas, khususnya premanisme tolong disampaikan kepada kami, di polda maupun di polsek jajaran ataupun polres,” ujar Wasis.
Wasis menegaskan, operasi premanisme akan dilaksanakan pada 17 – 31 Mei 2025. Namun, operasi tersebut bisa saja diperpanjang jika praktik premanisme terus terjadi di masyarakat.
Penulis dan reporter: KYT





