Pemda Koltim Beri Bantuan Rp4 Juta untuk Transportasi Lokal Jemaah Haji

Kolaka Timur – 91 calon jemaah haji asal Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) bakal mendapat bantuan biaya transportasi. Kebijakan itu disampaikan langsung oleh Bupati Koltim, Abdul Azis, saat melepas para calon jemaah haji di Aula Rumah Jabatan Bupati, Jumat (23/5/2025).
Total anggaran yang digelontorkan untuk biaya transportasi itu mencapai Rp386.550.000. Setiap jemaah nantinya mendapatkan Rp4.250.000. Dari Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) sendiri memberi tambahan sebesar Rp1 juta per jemaah, ditambah Rp500 ribu untuk kategori lansia yang berjumlah 6 orang.
Kata Azis, uang saku tersebut untuk biaya perjalanan para jemaah dari Koltim hingga ke penginapan di Kota Makassar, sampai akhirnya kembali ke Koltim lagi.

”Yang paling istimewa selain bantuan pemda dan pak gubernur ini, yang perlu kita ketahui bahwa tahun ini sangat luar biasa karena bertepatan dengan haji akbar. Di mana tepat tanggal 9 Dzulhijjah wukufnya tepat di Hari Jumat atau tanggal 5 Juni ini terjadi hanya 16 tahun sekali,” ucap Azis.
Azis berharap seluruh calon jemaah haji asal Koltim tetap menjaga kebersamaan, kekompakan selama menjalankan ibadah di tanah suci.
“Insyaallah nanti kembali ke Kolaka Timur sudah menyandang haji yang mabrur. Saya berpesan, jangan lupa doakan daerah kita ini, agar menjadi daerah yang jauh lebih baik kedepannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Koltim, Muhamad Kadir Azis Al-Yafie berpesan kepada seluruh calon jemaah untuk memprioritaskan menjaga kesehatan mulai saat ini hingga kembali ke Koltim nantinya.
“Saya kembali ingatkan, jemaah Koltim ini adalah jemaah yang tergabung dalam kloter 39, yang artinya kloter kita berada di urutan 3 terakhir. Di mana yang paling terakhir itu kloter 40 dan 41. Kalau ada masalah nantinya misalnya sakit sampai tiba pemberangkatan lalu tidak bisa diberangkatkan, dan kloter 40 dan 41 ini juga sudah berangkat, maka kemungkinan besar pemberangkatannya batal. Untuk itu, kami ingatkan selalu, jaga kesehatan, utamanya pola makan, aktivitas dan lain sebagainya yang bisa mengganggu kesehatan,” ujar Kadir.





