Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Lapas dan Rutan di Sultra Musnahkan Ratusan Handphone Milik Warga Binaan

Lapas dan Rutan di Sultra Musnahkan Ratusan Handphone Milik Warga Binaan
Proses pemusnahan handphone sitaan warga binaan di Lapas dan Rutan se-Sultra. Foto: Kendariinfo. (4/6/2025).

Kendari – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Sulawesi Tenggara (Sultra) mendeklariskan diri bebas narkotika, Rabu (4/6/2025).

Deklarasi bebas narkotika yang dilaksanakan di halaman Lapas Kendari itu dipimpin oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Sulardi dengan dihadiri Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko.

Dalam kegiatan itu Lapas dan Rutan melakukan pemusnahan ratusan unit handphone hasil sitaan dari warga binaan, sebagai upaya awal memberantas peredaran narkotika.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi mengungkapkan, deklarasi itu merupakan bentuk komitmen jajaran pemasyarakatan dalam menyukseskan 13 akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang di dalamnya terdapat poin untuk memberantas peredaran narkoba dan penggunaan handphone di dalam Lapas dan Rutan.

“Pagi hari ini kita melaksanakan deklarasi komitmen bersama dalam rangka getting zero to halina, dalam rangka mencegah namanya handphone, pungli, dan narkoba,” kata Sulardi.

Pada momen itu, Kanwil Ditjenpas Sultra menggandeng jajaran Polda, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menyaksikan sekaligus menjadi saksi jika Lapas dan Rutan se-Sultra juga turut serta dalam pemberantasan narkoba.

“Kita komitmen bersama bahwa lapas dan rutan punya komitmen yang kuat untuk mendukung pemberantasan narkoba di dalam lapas, termasuk pungli tentunya,” jelasnya.

Sulardi memastikan, pihaknya akan rutin melaksanakan razia dan penggeledahan dalam blok hunian warga binaan atau tahanan demi memastikan para warga binaan tidak lagi menggunakan handphone.

“Tentunya kita secara terus-menerus melakukan razia ya, penggeledahan di blok-blok hunian narapidana maupun tahanan,” ujarnya.

Tegasnya, penggunaan handphone oleh para warga binaan bisa saja berakibat fatal sebab mereka bisa melakukan komunikasi terselubung dengan orang-orang yang berperan sebagai pengedar narkoba, bahkan komunikasi tersebut bisa saja sampai di luar negeri, seperti Filipina dan Thailand.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten