Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Polisi Tangkap 5 Pencuri Kabel BTS Konawe, 3 Pelaku Anak di Bawah Umur

Polisi Tangkap 5 Pencuri Kabel BTS Konawe, 3 Pelaku Anak di Bawah Umur
Kapolsek Bondoala, Iptu Heder Payapo (dua dari kiri). Foto: Istimewa.

Konawe – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Bondoala sedang menangani dugaan pencurian kabel tower base transceiver station (BTS) milik Telkomsel yang menyebabkan terganggunya layanan telepon dan internet di beberapa wilayah.

Kapolsek Bondoala, Iptu Heder Payapo, menerangkan peristiwa itu terjadi pada Kamis, 26 Juni 2025, saat pihak Telkomsel melaporkan kerusakan jaringan BTS di Kelurahan Laosu, Kecamatan Bondoala, akibat hilangnya kabel penghubung antara jaringan dengan sumber listrik (trafo). Tidak berhenti di situ, pencurian serupa kembali terjadi pada enam titik tower lainnya hingga Senin, 7 Juli 2025.

Atas laporan tersebut, Heder memerintahkan Unit Reskrim Polsek Bondoala untuk melakukan penyelidikan. Tim gabungan bersama personel Reskrim Polres Konawe langsung bergerak melakukan pengumpulan informasi lapangan.

Dari hasil penyelidikan intensif, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap lima pelaku, dua orang dewasa berinisial RHN (18) dan AKL (18), serta tiga di antaranya anak di bawah umur berinisial SA (17), RA (16), dan SB (17). Aksi para pelaku tidak hanya menyebabkan kerugian material bagi Telkomsel, tetapi juga mengganggu layanan komunikasi warga di Kecamatan Bondoala dan Morosi.

“Akibat tindakan tersebut, terjadi gangguan jaringan telepon dan internet yang cukup luas, sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat,” tegasnya, Rabu (9/7).

Saat ini, kasus telah naik ke tahap penyidikan, dan Unit Reskrim Polsek Bondoala sedang mendalami lebih lanjut dugaan peran masing-masing, serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. Polisi juga akan memperhatikan proses hukum khusus bagi pelaku anak, sesuai UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Baca Juga:  Toko Pakaian di Kendari Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp15 Juta

“Motif utama para pelaku melakukan pencurian adalah karena faktor ekonomi,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten