Sidak Kantor Bapenda Sultra, Hugua Soroti Kedisiplinan ASN

Kendari – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, menegaskan pentingnya disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sultra, Kamis (10/7/2025).
Sidak dilakukan sekitar pukul 07.31 Wita. Dalam kunjungan itu, Hugua mendapati sejumlah pegawai masih berada di teras kantor dan belum melaksanakan apel pagi. Kondisi tersebut menjadi sorotan dan mendorongnya untuk menekankan pentingnya pembentukan budaya kerja yang disiplin dan profesional.
“Apel pagi bukan hanya seremonial. Itu cara kita memulai hari dengan semangat dan doa. Budaya ini harus tertanam, tak bergantung pada hadir tidaknya pimpinan,” ujar Hugua.
Ia menilai perlunya sistem kerja yang berjalan stabil meskipun pimpinan sedang bertugas di luar kantor. Menurutnya, budaya kedisiplinan harus menjadi bagian dari gaya hidup ASN, bukan sekadar rutinitas formal.
“Kalau sistem berjalan baik, siapapun yang ada atau tidak ada, ritme kerja tetap hidup. Kita harus dorong agar disiplin ini jadi lifestyle ASN,” katanya.
Hugua menegaskan, sidak akan terus dilakukan di berbagai waktu. Mulai pagi, siang, hingga menjelang pulang kerja, untuk memastikan kedisiplinan benar-benar diterapkan secara konsisten.
“Selama etos kerja disiplin belum mendarah daging, pengawasan akan tetap dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, sanksi administratif tetap diberlakukan bagi ASN yang tidak disiplin, termasuk pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), pencatatan dalam penilaian kinerja, hingga diumumkan secara terbuka sebagai pembelajaran bagi seluruh pegawai.
Sementara itu, Sekretaris Bapenda Sultra, Nurhayati menyampaikan, lebih dari 50 persen pegawai hadir saat sidak berlangsung. Ia juga menyebut sekitar 40 pegawai lainnya sedang menjalankan tugas luar daerah. Ia mengakui, persiapan apel pagi hari itu belum maksimal.
“Biasanya ada alarm apel sekitar pukul 07.30, tapi tadi belum sempat bunyi saat sidak terjadi,” ujarnya.
Untuk pengawasan kehadiran ASN, Bapenda Sultra menerapkan dua sistem, yakni aplikasi Symphony dan secara manual. Kedua sistem tersebut juga digunakan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah Bapenda Sultra.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra berharap melalui sidak ini dapat mendorong terbentuknya budaya kerja yang lebih kuat, disiplin, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.





