UKM Pers IAIN Kendari Diminta Hapus Artikel Usai Beritakan Tambang Nikel Kabaena

Kendari – Redaksi Objektif.id, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, diminta menghapus artikel pemberitaan tambang nikel di Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara (Sultra). Permintaan itu disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp disertai iming-iming berupa uang, Rabu (16/7/2025).
Jurnalis Objektif.id, Wahyudin Wahid, pertama kali menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal pada Rabu (16/7) sekira pukul 14.10 Wita. Pengirim pesan menyampaikan maksudnya dengan meminta agar menghapus artikel berita berjudul “Mudarat Tambang Nikel Milik Purnawirawan Jenderal Polisi dan Pejabat di Kabaena” yang diterbitkan pada website Objektif.id pada 23 Juni 2025.
Meski permintaan itu ditolak, pengirim pesan memaksa dengan kembali menegaskan permintaannya disertai penawaran kompensasi. Namun, permintaan penghapusan artikel berita ditolak redaksi Objektif.id. Pada hari yang sama, redaksi Objektif.id kembali menerima pesan serupa. Pesan itu diterima jurnalis Objektif.id yang lain, Rahma. Pengirim pesan kembali meminta redaksi Objektif.id menghapus artikel berita yang sama dengan penawaran kompensasi Rp500 ribu. Namun, kembali ditolak redaksi Objektif.id.
Pemimpin Redaksi Objektif.id, Harpan Pajar, menyayangkan pengirim pesan justru datang dari sesama pekerja media dan tim kepala daerah. Dia menilai permintaan penghapusan artikel berita merupakan bentuk intervensi terhadap kerja-kerja jurnalistik.
“Objektif.id menolak segala bentuk intervensi terhadap kerja jurnalistik dan tetap berkomitmen untuk menyampaikan informasi yang akurat dan berperspektif terhadap korban serta bebas dari tekanan pihak mana pun,” kata Harpan, Kamis (17/7).
Harpan menjelaskan berita tersebut merupakan isu sensitif yang merupakan hasil riset Satya Bumi, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sultra, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sagori. Dalam riset berjudul “Kabaena Jilid II: Menelusuri Pintu Awal Kerusakan dan Jejaring Politically Exposed Person,” peneliti mengungkap tokoh-tokoh penting yang terlibat penambangan nikel di pulau kecil tersebut.
“Tulisan tersebut membahas isu sensitif terkait dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan nikel di Pulau Kabaena yang diduga melibatkan tokoh-tokoh penting,” pungkasnya.





