Udara Labil Jadi Penyebab Munculnya Angin Puting Beliung di Kendari

Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan fenomena angin puting beliung yang melanda sebagian wilayah Kota Lama tepatnya di Kampung Butung dan Teluk Kendari kemarin akibat anomali cuaca atau labilnya udara karena peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, atau sebaliknya.
Prakirawan Cuaca Stasiun Maritim BMKG Kendari Adi Istiyono mengatakan, munculnya angin puting beliung sendiri biasanya sebelum terjadi, pada pagi hingga siang hari cuaca akan sangat terik sehingga pembentukan awan Comulonimbus berlangsung secara berkelanjutan.
“Nah, ketika udara naik karena tekanan udara karena panas tadi saat udara labil, maka bisa terjadi pusaran angin yang disebut puting beliung,” kata Aris dalam pesan WhatsApp, Jumat (4/12/2020).
Ia melanjutkan, biasanya awan Comulonimbus bukan saja angin kencang namun bisa juga hujan lebat disertai guntur, namun waktunya singkat.
“Di masa awal musim hujan ini yaitu perubahan atau transisi dari kemarau ke hujan biasanya sering terjadi hujan deras diiringi guntur, serta angin kencang. Untuk itu, diimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memperhatikan kondisi cuaca yang ada. Bila mau hujan terlihat awan hitam atau awan Comulonimbus lebih baik untuk berteduh agar terhindar dari hujan, kilat atau guntur serta angin kencang,” kata dia.
Selain itu, ia juga mengimbau agar warga selalu menjaga lingkungan sekitar dari sampah-sampah yang bisa membuat saluran air meluap.





