Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Headline

2007 – 2025, HIV di Kendari Tembus 2.046 Kasus

2007 – 2025, HIV di Kendari Tembus 2.046 Kasus
Ilustrasi HIV AIDS. Foto: Pixabay/Madartzgraphics.

Kendari – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari mencatat terdapat 2.046 kasus HIV sepanjang 2007 – 2025. Dengan angka itu, penanggulangan HIV di Kota Kendari perlu menjadi perhatian semua pihak.

Kepala Bidang (Kabid) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kendari, Ellfi, menyebut tiga tahun terakhir angka kasus HIV fluktuatif. Pada 2022, kasus HIV di Kendari tercatat 290 kasus, naik menjadi 321 kasus pada 2023, dan 311 kasus pada 2024.

“Sementara pada tahun berjalan per Juni 2025 sudah ditemukan 154 kasus baru,” ujar Ellfi kepada Kendariinfo, Kamis (24/7/2025).

Kepala Dinkes Kota Kendari, Hasria, mengatakan temuan kasus HIV menjadi perhatian serius, karena tidak semua penderita HIV bersedia menjalani pengobatan.

“Hanya sebagian kecil Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) yang virusnya berhasil tersupresi,” kata Hasria dalam sambutannya pada kegiatan pemanfaatan profilaksis prapajanan (PrEP) sebagai langkah inovatif dalam mencegah penularan HIV di Kendari, Rabu (16/7) lalu.

Ia menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat langkah promotif dan preventif untuk menekan penyebaran virus, termasuk menggencarkan edukasi dan memperluas layanan skrining. Penanggulangan HIV/AIDS juga dilakukan secara kolaboratif bersama LSM, organisasi profesi, dan masyarakat.

“Penanggulangan HIV/AIDS dilakukan dengan mengedepankan asas kemanusiaan, kesetaraan, keberlanjutan, kerahasiaan, dan kesukarelaan. Semua pihak harus terlibat karena ini bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga isu pembangunan,” jelasnya.

Baca Juga:  Penemuan Mayat di Bangsal Kayu Punggolaka Gegerkan Warga

Hasria menyebut beberapa tempat yang berisiko tinggi seperti hotel dan tempat hiburan malam juga menjadi sasaran skrining dan edukasi. Mayoritas pengelola disebut sudah kooperatif, tetapi masih ada sebagian kecil yang belum membuka akses bagi petugas layanan HIV.

Selain itu, Pemkot Kendari telah mulai menerapkan metode pencegahan terbaru, yakni profilaksis prapajanan (PrEP) yang ditujukan untuk kelompok berisiko tinggi, tetapi masih negatif HIV. Program itu sudah berjalan sejak Juni 2024 dan hingga kini telah diakses 344 orang.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang sadar dan mau melakukan pencegahan serta pemeriksaan. Dengan upaya bersama, kita bisa menekan laju penularan HIV di Kendari,” tutup Hasria.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten