Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Pemprov Sultra Kebut Perbaikan Jaringan Irigasi di Konawe dan Kolaka

Pemprov Sultra Kebut Perbaikan Jaringan Irigasi di Konawe dan Kolaka
Pengerjaan jaringan irigasi di Desa Tamboli, Kolaka oleh Pemprov Sultra. Foto: Istimewa.

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah mempercepat perbaikan jaringan irigasi di Desa Asolu (Kabupaten Konawe), dan Desa Tamboli (Kabupaten Kolaka). Langkah ini dilakukan untuk memulihkan fungsi saluran air yang menjadi penopang ratusan hektare lahan pertanian.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengatakan kerusakan di dua daerah irigasi tersebut sudah berdampak langsung pada aktivitas petani. Di Desa Asolu, jalan inspeksi di dua titik jaringan dengan total panjang lebih dari 1 kilometer mengalami kerusakan parah dan rawan longsor.

“Perbaikan ini penting untuk memudahkan pemantauan jaringan irigasi, sekaligus membuka akses layak bagi petani menuju persawahan dan mengangkut hasil panen,” ujar Pahri, Rabu (13/8/2025).

Kadis SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul.
Kadis SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (13/8/2025).

Sementara itu, di Desa Tamboli kerusakan terjadi pada bangunan sipon akibat gerusan air saat banjir. Kerusakan itu menyebabkan suplai irigasi untuk 200 hektare sawah masyarakat terhenti.

“Bangunan sipon yang rusak ini harus segera kita tangani agar distribusi air ke lahan pertanian bisa kembali normal,” tegasnya.

Selain dua lokasi tersebut, Pemprov Sultra juga melakukan rehabilitasi dan pemeliharaan rutin di sejumlah daerah irigasi lain guna menjaga kelancaran distribusi air.

“Kami memprogramkan perawatan setiap tahun untuk memastikan jaringan tetap berfungsi dan mengembalikan kondisi yang rusak ringan,” jelasnya.

Kata Pahri, berdasarkan data baseline 2023, kondisi baik jaringan irigasi kewenangan provinsi baru mencapai 55,99 persen, sementara 14,98 persen masuk kategori rusak sedang hingga berat.

Baca Juga:  ASR Kunjungi Pelaku UMKM di Bombana, Ajak Diskusi hingga Nobar EURO 2024

“Artinya hampir separuh jaringan (irigasi) kita butuh penanganan serius. Target kami, pada 2030 kondisi baik bisa mencapai 65 persen,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten