IAIN Kendari Siap Bertransformasi Jadi UIN, Dorong Pertumbuhan SDM dan Ekonomi Sultra

Kendari – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari sedang bersiap untuk beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Rektor IAIN Kendari, Husain Insawan, menyebut perubahan status ini bukan hanya akan memperkuat dunia pendidikan, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra).
Husain Insawan, menjelaskan bahwa ketentuan yang diminta pemerintah pusat telah dilewati. Dari sisi infrastruktur, kampus ini memiliki lahan seluas 28 hektare, jauh di atas batas minimal 10 hektare. Begitu pula syarat jumlah mahasiswa yang hanya 6.400, sementara IAIN Kendari kini menampung sekitar 10 hingga 12 ribu mahasiswa.
“Persyaratan kelembagaan sudah tidak ada kendala. Semua poin, mulai dari lahan, dosen, guru besar, hingga akreditasi program studi sudah terpenuhi, bahkan melampaui yang diwajibkan. Saat ini tinggal membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah dan pusat agar transformasi ini segera terwujud,” ujar Husain, Kamis (21/8/2025).
Dari sisi mutu akademik, IAIN Kendari telah memiliki tiga program studi dengan akreditasi unggul, lebih banyak dari syarat minimal dua. Jumlah guru besar juga mencapai 14 orang, sedangkan yang diminta hanya empat. Ketersediaan jurnal ilmiah, buku ajar, hingga jenjang jabatan akademik dosen juga dinilai sudah lengkap.
Menurut Husain, jika status kelembagaan beralih menjadi UIN, maka Kendari akan memiliki kampus Islam negeri terbesar di Sultra. Posisi ini diprediksi tidak hanya memperkuat daya saing sumber daya manusia daerah, tetapi juga menumbuhkan aktivitas ekonomi baru.
“Dengan status UIN, arus mahasiswa dari berbagai daerah akan meningkat. Perputaran ekonomi akan makin terasa, bukan hanya di kawasan Baruga tempat kampus berdiri, tetapi juga di Kota Kendari bahkan wilayah Sulawesi Tenggara secara umum,” jelasnya.
Transformasi IAIN Kendari menjadi UIN disebut sebagai momentum strategis memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus menghadirkan multiplier effect bagi daerah.





