Pemkot Kendari Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pemanfaatan Lahan Pertanian LPKA

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengikuti kegiatan penanaman sayuran di lahan pertanian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) milik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari, Kamis (4/9/2025). Program itu menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dengan melibatkan 86 anak binaan.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulardi menyebut kegiatan penanaman di lahan pertanian SAE itu merupakan langkah awal yang penting. Menurutnya, program tersebut menjadi wujud nyata dari agenda nasional yang harus diterapkan di daerah.
“Ini adalah kegiatan penanaman hortikultura perdana di LPKA. Ini bentuk aksi nyata dalam rangka melaksanakan Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran, yang juga dituangkan dalam akselerasi Kementerian Imipas (Imigrasi dan Pemasyarakatan),” kata Sulardi.

Ia menekankan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan ditujukan untuk menghasilkan manfaat nyata.
“Kita bisa lihat bersama, ini bukan hanya omongan, tetapi aksi nyata. Kita punya tanaman jagung, sayuran, dan lainnya, termasuk peternakan,” tambahnya.
Asisten III Setda Kota Kendari, Imran Ismail mengapresiasi pemanfaatan lahan di sekitar LPKA Kelas II Kendari. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh bahwa pembinaan anak binaan bisa berjalan seiring dengan program ketahanan pangan.
“Ini kegiatan luar biasa, bentuk pemanfaatan lahan pekarangan yang ada di sekitar lembaga binaan,” ucap Imran.
Imran menegaskan, Pemkot Kendari siap mendukung penuh program tersebut, baik dari sisi pembinaan maupun fasilitas pendukung.
“Kami dari Pemkot Kendari siap mendukung pembinaan dan kebutuhan yang dibutuhkan untuk ketahanan pangan ini,” lanjutnya.
Plt. Kepala LPKA Kelas II Kendari, Mustar Taro, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari pembelajaran dan pembinaan anak binaan. Selain pendidikan formal, mereka juga dibekali keterampilan.
“Karena LPKA sifatnya pembelajaran dan pembinaan, maka anak-anak tidak hanya mendapatkan ijazah. Mereka juga dibekali keterampilan, salah satunya bertani. Harapannya nanti bisa ikut program petani Gen Z,” jelas Mustar.
Ia menambahkan, seluruh proses pertanian akan dibimbing langsung oleh Dinas Pertanian Kota Kendari, mulai dari pengolahan lahan hingga panen.
“Sehingga mereka (anak binaan) paham bagaimana menggarap lahan, mulai dari penanaman, pembibitan, hingga panen,” tandasnya.





