Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Pemprov Sultra Fokus Hilirisasi 7 Komoditas Unggulan untuk Dongkrak Ekonomi Daerah 2026 – 2030

Pemprov Sultra Fokus Hilirisasi 7 Komoditas Unggulan untuk Dongkrak Ekonomi Daerah 2026 – 2030
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Laode Muhammad Rusdin Jaya saat diwawancarai oleh awak media. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (17/9/2025).

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan rencana hilirisasi tujuh komoditas unggulan sebagai program prioritas pembangunan 2026 – 2030. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan memperkuat perekonomian daerah.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Laode Muhammad Rusdin Jaya, mengatakan program itu menjadi bagian dari misi pembangunan daerah lima tahun mendatang. Pemerintah ingin memanfaatkan potensi pertanian secara maksimal melalui industrialisasi berbasis komoditas unggulan.

“Selama ini produksi kita melimpah, tetapi dijual dalam bentuk bahan mentah. Ke depan kita dorong agar komoditas unggulan ini memiliki nilai tambah melalui pengolahan,” ujarnya.

Komoditas yang menjadi fokus hilirisasi antara lain kakao, mete, tebu, kelapa, nilam, aren, dan sagu, serta tambahan buah-buahan seperti durian, alpukat, dan mangga. Produk-produk tersebut selama ini menjadi andalan petani Sultra, namun sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

Rusdin mencontohkan, kakao dari Sultra memiliki kualitas terbaik nasional dan layak diolah menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti bubuk kakao atau cokelat siap konsumsi. Hal serupa berlaku pada mete yang juga dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan nasional dari Sultra.

Ia menjelaskan, roadmap hilirisasi telah disusun untuk lima tahun mendatang dengan fokus pada daerah penghasil utama. Pemerintah akan mendorong pembangunan industri kecil, menengah, dan besar yang mampu menyerap produksi petani.

Baca Juga:  59 Guru Penggerak Kota Kendari Angkatan 5 dan 7 Dikukuhkan

Selain membangun industri pengolahan, pemerintah juga akan memperkuat konektivitas rantai pasok agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar lebih luas. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami ingin memastikan bahwa petani tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga ikut menikmati hasil dari nilai tambah produk yang mereka hasilkan,” kata Rusdin.

Program hilirisasi ini juga diharapkan mendukung misi ketahanan pangan daerah dan memperkuat daya saing Sultra di tingkat nasional. Pemerintah menargetkan sektor pertanian dapat berkontribusi lebih besar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) pada periode 2026 – 2030.

Rusdin menambahkan, koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota akan dilakukan agar implementasi hilirisasi berjalan optimal. “Fokus kami adalah di daerah penghasil utama, sehingga efek ekonominya langsung dirasakan oleh masyarakat setempat,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten