Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

UHO Kendari Tambah Deretan Profesor Usai 8 Guru Besar Dikukuhkan

UHO Kendari Tambah Deretan Profesor Usai 8 Guru Besar Dikukuhkan
Suasana pengukuhan guru besar Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari di Aula Mokodompit UHO. Foto: Istimewa. (29/9/2025).

Kendari – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari resmi menambah delapan guru besar baru melalui Sidang Terbuka Senat yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Senin (29/9/2025).

Mereka yang dikukuhkan adalah Prof. La Ode Santiaji Bande, Prof. Tamrin, Prof. La Ode Muhammad Harjoni Kilowasid, Prof. Muzuni, Prof. Alimin, Prof. La Gubu, Prof. Arisona, dan Prof. Wa Ode Salma.

Para profesor tersebut berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Pertanian 3 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 4 orang, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat 1 orang. Dengan tambahan ini, jumlah guru besar di UHO Kendari mencapai 156 orang yang tersebar di 14 fakultas.

Plt. Rektor UHO Kendari, Herman, menyampaikan penghargaan kepada para profesor yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa jabatan guru besar bukan sekadar prestasi akademik, tetapi juga amanah besar untuk menjadi teladan bagi civitas akademika.

“Guru besar bukan hanya simbol capaian akademik, melainkan juga pusat keilmuan, kebijaksanaan, dan inspirasi bagi dosen lain dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian,” ujar Herman.

Ia menambahkan, profesor diharapkan dapat berperan sebagai pemimpin akademik yang memberi solusi nyata terhadap persoalan kampus dan masyarakat, serta mendorong peningkatan akreditasi program studi.

Herman juga menyinggung target UHO Kendari untuk menambah jumlah guru besar menjadi 200 hingga 250 orang sebelum tahun 2030. Menurutnya, capaian itu penting untuk memperkuat daya saing kampus di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Harga Minyak Goreng Subsidi di Kendari Tinggi, Satgas Pangan Polri Duga Ada Permainan Broker Nakal

Sementara itu perwakilan profesor yang baru dikukuhkan, Prof. La Ode Santiaji Bande menyampaikan harapan agar pengukuhan ini menjadi momentum bagi para profesor untuk makin giat berkarya sesuai bidang keilmuannya.

“Guru besar diharapkan tidak hanya memperkuat pengembangan kampus, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tenggara dan bangsa secara umum,” ujarnya.

Prof. Santiaji menekankan, pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tanggung jawab sebagai profesor.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten