Pencegahan Stunting Jadi Strategi Pemkot Wujudkan Misi “Kendari Sehat”

Kendari – Pemerintah Kota Kendari terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan misi “Kendari Sehat” melalui langkah nyata pencegahan stunting. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada aspek gizi, tetapi juga mencakup perbaikan lingkungan, edukasi keluarga, serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga kesehatan anak sejak dini.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa stunting merupakan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting dijadikan sebagai salah satu strategi utama dalam membangun kota yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
“Pencegahan stunting bukan hanya urusan kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ketika anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter, maka kita sedang membangun masa depan Kendari yang kuat,” ujar Siska Karina Imran, Senin (29/9/2025).

Langkah konkret Pemkot Kendari diwujudkan melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang bekerja lintas sektor. Kolaborasi ini melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Program yang dijalankan antara lain peningkatan cakupan layanan posyandu, pendampingan gizi keluarga berisiko, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, serta edukasi gizi seimbang dan pola asuh. Selain itu, pemerintah juga memperkuat akses air bersih dan sanitasi layak, karena faktor lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kasus stunting.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasmirah, menjelaskan bahwa strategi pencegahan dilakukan dengan pendekatan berbasis keluarga dan data terintegrasi.
“Melalui data by name by address, kami bisa memastikan intervensi tepat sasaran. Setiap ibu hamil dan balita dipantau secara berkala oleh tenaga kesehatan, agar masalah gizi bisa dideteksi lebih awal,” terangnya.
Menurut Hasmirah, edukasi tentang pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi fokus utama. Pada fase ini, ibu dan bayi mendapat perhatian khusus melalui pemeriksaan rutin, pemberian tablet tambah darah, imunisasi lengkap, serta penyuluhan gizi di posyandu dan puskesmas.

Pemkot Kendari juga menggandeng dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas masyarakat dalam gerakan “Kendari Sehat Tanpa Stunting”. Kolaborasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan kota.
Berbagai upaya itu mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, angka stunting di Kendari menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting bisa ditekan hingga di bawah 10 persen pada tahun 2026.
“Harapan kami, tidak ada lagi anak di Kendari yang tumbuh dengan keterbatasan akibat stunting. Ini adalah komitmen kami untuk melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan siap bersaing,” tegas Siska Karina Imran.

Melalui strategi terpadu ini, Pemkot Kendari optimistis dapat mewujudkan “Kendari Sehat, Generasi Hebat”, sebagai pondasi kuat menuju pembangunan manusia yang berkualitas dan berkelanjutan.





