Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Nasional

Tolak Lockdown, Presiden Jokowi Pilih PPKM Mikro Karena Tidak Mematikan Ekonomi Rakyat

Tolak Lockdown, Presiden Jokowi Pilih PPKM Mikro Karena Tidak Mematikan Ekonomi Rakyat
Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan terkait vaksinasi anak. Foto: BPMI Setpres. (28/6/2021).

Nasional – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo mengambil kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) untuk mengatasi lonjakan kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini.

Dalam pernyataan resminya mengenai penanganan Covid-19 terkini yang disiarkan langsung dari Istana Bogor, Rabu (23/6/2021). Presiden Jokowi menyebut telah mendengar masukan dari berbagai pihak terkait penanganan lonjakan kasus Covid-19.

“Pemerintah telah menerima beberapa masukan-masukan dan tentunya kami menyambut baik tiap masukan,” katanya saat membuka pernyataan tersebut.

“Termasuk usulan untuk memberlakukan kembali PSBB dan lockdown (karantina wilayah), mengingat lonjakan kasus positif yang sangat besar,” sambungnya.

Namun setelah memperhitungkan segala kondisi baik itu ekonomi, sosial, hingga politik dan pengalaman negara lain, Presiden Jokowi memutuskan untuk menerapkan PPKM Mikro dibanding lockdown atau PSBB.

“Dan pemerintah telah memutuskan PPKM Mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19,” tegasnya.

Presiden Jokowi menyebut kebijakan ini merupakan keputusan paling tepat untuk konteks saat ini.

“PPKM Mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk mengendalikan Covid-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat,” imbuhnya.

Dia juga menekankan untuk tidak membenturkan antara kebijakan PPMK Mikro ataupun lockdown dan PSBB.

“Saya sampaikan bahwa PPKM Mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama yaitu membatasi kegiatan masyarakat untuk itu tidak perlu dipertentangkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Korupsi di Puskesmas Lohia, Kejari Muna Total Sudah Tangkap 4 Pelaku

Dia pun meminta komitmen dari kepala daerah di seluruh Indonesia untuk menerapkan PPKM Mikro di daerahnya masing-masing.

“Untuk itu saya minta kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk meneguhkan komitmennya, mempertajam penerapan PPKM Mikro,” pungkasnya.

Laporan: Rafli

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten