Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

OTK Catut Nama Kuasa Hukum Warga Tapak Kuda Kendari di Tengah Penolakan Konstatering

OTK Catut Nama Kuasa Hukum Warga Tapak Kuda Kendari di Tengah Penolakan Konstatering
Akun Facebook dan nomor WhatsApp palsu yang mengatasnamakan Kuasa Hukum Warga Tapak Kuda Kendari, Abdul Razak Saidi Ali. Foto: Istimewa. (31/10/2025).

Kendari – Kuasa Hukum Warga Tapak Kuda Kendari, Abdul Razak Saidi Ali mengaku identitasnya dicatut oleh orang tak dikenal (OTK) di media sosial dan aplikasi pesan. Nama dan fotonya digunakan untuk membuat akun palsu di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Razak mengatakan, awalnya ia mengetahui hal itu setelah sejumlah rekannya mengirimkan pesan dan tangkapan layar berisi akun palsu yang menggunakan identitasnya. Setelah dicek, informasi tersebut benar adanya.

“Saya kaget tadi ada beberapa teman yang mengirimi saya pesan bahwa ada nomor WA, akun FB, akun IG yang menggunakan foto saya kemudian menghubungi mereka. Setelah saya cek informasi itu ternyata benar,” ujarnya saat dikonfirmasi Kendariinfo, Jumat (31/10/2025).

Ia menegaskan bahwa seluruh akun dan nomor tersebut bukan miliknya. Karena itu, ia meminta kepada rekan, sahabat, dan keluarganya untuk tidak memercayai pesan dari akun-akun tersebut.

“Bahwa jelas nomor WA dan akun FB, maupun akun IG tersebut bukanlah milik saya. Untuk itu saya menyampaikan kepada seluruh sahabat, rekan, dan keluarga untuk tidak memercayai pesan apa pun yang disampaikan oleh nomor dan akun-akun tersebut,” tegasnya.

Razak juga menilai kejadian ini janggal karena terjadi saat dirinya sedang aktif mendampingi masyarakat Tapak Kuda dalam penolakan konstatering lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kendari di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.

“Bahwa selama saya punya WA, FB maupun IG, keadaan ini baru pertama terjadi. Aneh karena ini muncul ketika saya sedang mendampingi dan memperjuangkan tanah hak milik masyarakat Tapak Kuda,” kata Razak.

Baca Juga:  Partai Demokrat Apresiasi Kerja Polisi Gerak Cepat Ungkap Penganiayaan Bocah SD di Kendari

Ia pun menduga pencatutan identitas ini bukan sekadar kebetulan, melainkan ada pihak tertentu yang merasa terganggu dengan langkah hukum yang sedang ia tempuh bersama warga.

“Saya menduga ini terjadi bukan karena kebetulan. Dugaan saya, keadaan ini terjadi karena ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan pembelaan kami kepada masyarakat Tapak Kuda,” tutupnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten