Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Taruna Akpol asal Muna Jadi Salah Satu Wakil Indonesia di Forum Internasional FBINAA 2025

Taruna Akpol asal Muna Jadi Salah Satu Wakil Indonesia di Forum Internasional FBINAA 2025
Brigadir Taruna (Brigtar) Rahmad (kiri) asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara menceritakan pengalamannya pada siniar eduCAST saat mengikuti FBINAA Conference 2025. Foto: Dok. YouTube/Akademi Kepolisian.

Muna – Brigadir Taruna (Brigtar) Rahmad, Taruna Tingkat III Akpol Angkatan 58 Batalyon Ksatria Hawin Sarwahita asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpilih mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Federal Bureau of Investigation National Academy Associates (FBINAA) Conference 2025 yang digelar di Bali pada 17 hingga 22 Agustus 2025 lalu.

Rahmad, yang kini menjabat Wakil Komandan Resimen Korps Taruna (Wadan Menkorfstar), merupakan taruna pengiriman dari Polda Sultra, khususnya Polres Muna. Ia merupakan alumnus SMAN 1 Tongkuno Selatan.

Dalam siniar eduCAST yang tayang di kanal YouTube resmi Akademi Kepolisian pada Jumat (31/10/2025), Rahmad menceritakan proses seleksi yang harus ia jalani sebelum akhirnya terpilih.

“Kami dihubungi pengasuh untuk mengikuti kegiatan tersebut. Untuk bisa ikut, dicarilah sosok yang paling mumpuni dan mampu menjadi representasi Akpol,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, seleksi dilakukan secara ketat dan menilai berbagai aspek, mulai dari kemampuan akademik hingga ketahanan fisik. Dari seluruh peserta, ia berhasil meraih peringkat terbaik pertama.

“Ketika dari tingkat 2 ke tingkat 3, itu alhamdulillah saya mendapatkan ranking satu secara akumulatif. Secara kumulatif dari tiga aspek penilaian: karakter, akademik, dan kesehatan jasmani,” jelas Rahmat.

Konferensi FBINAA 2025 diikuti lebih dari 165 delegasi dari 29 negara dan 162 peserta dari dalam negeri yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.

Forum internasional tersebut dihadiri oleh perwira dan akademisi kepolisian, termasuk para alumni FBI National Academy, untuk membahas isu-isu keamanan global seperti kejahatan terorganisir, sabotase, dan kejahatan siber.

Baca Juga:  Berprestasi Sejak SMP, Ini Cerita Guru Apriyani di SMPN 1 Unaaha

Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten