Sering Tergenang Air, Pemkot Kendari Normalisasi Drainase di Jalan D. I. Panjaitan

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melakukan normalisasi drainase pada salah satu titik genangan air yang kerap dikeluhkan warga, yakni di kawasan RSU Hati Mulia, Jalan D. I. Panjaitan, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (16/11/2025).
Langkah ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, sebagai upaya mengurangi luapan air yang sering menutupi badan jalan saat hujan deras.
Sudirman menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang memfokuskan pekerjaan pada jalur air yang menghubungkan Kelurahan Wundudopi hingga Lepolepo di Jalan D. I. Panjaitan.
“Wilayah mulai dari BTN Findayani Indah sampai RSU Hati Mulia sedang kita kerjakan. Itu jalur prioritas karena sering menimbulkan genangan,” ujarnya saat ditemui Kendariinfo di Rujab Wakil Wali Kota Kendari, Senin (17/11).
Menurutnya, sejumlah saluran di Kendari sebenarnya telah memiliki konstruksi yang baik, namun mengalami penyumbatan akibat penumpukan sedimen dan sampah. Ia mengatakan banyak drainase yang tidak tersentuh normalisasi lebih dari lima tahun.
“Ada yang butuh perbaikan talut, ada yang cukup dinormalisasi. Hambatannya kebanyakan pasir dan tanah, tetapi juga ada plastik, botol, hingga karung yang sudah lama menumpuk,” jelasnya.
Sudirman menambahkan, di beberapa titik pembersihan tidak dapat dilakukan secara manual karena gorong-gorong tertutup rapat oleh sedimen. Pihaknya, kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kendari untuk melakukan penyemprotan tekanan tinggi.
“Kemarin di sekitar bundaran pesawat itu sampai butuh lima unit mobil pemadam kebakaran (damkar) agar alirannya bisa tembus,” katanya.
Selain Damkarmat, normalisasi drainase ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kendari untuk penanganan sampah yang diangkat dari saluran air.
Sudirman menegaskan bahwa pekerjaan ini akan terus berjalan sebagai bagian dari program pemeliharaan rutin. “Normalisasi tidak boleh berhenti. Selama saya dan Ibu Wali Kota menjabat, kami akan terus mengalokasikan anggaran untuk memastikan saluran air tetap berfungsi,” tutupnya.





