Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Isu Siswi SDN di Kendari Hilang Ternyata Hoaks, Ayah Korban Hanya Bercanda

Isu Siswi SDN di Kendari Hilang Ternyata Hoaks, Ayah Korban Hanya Bercanda
Ayah Ayra bersama Ayra saat ditemui polisi di salah satu warung kopi di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Foto: Istimewa. (19/11/2025).

Kendari – Sebuah unggahan di media sosial berisi informasi bahwa siswi siswi kelas 1 SDN 85 Kendari hilang usai pulang sekolah dipastikan tidak benar atau hoaks. Korban yang diketahui bernama Ayra Alfatinissa (6) itu ternyata dibawa oleh ayahnya ke wilayah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (19/11/2025).

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan Ayra diisukan hilang oleh keluarganya sendiri, bahkan fotonya diposting melalui akun Facebook bernama Susi Yanti, Rabu (19/11) sekitar pukul 17.00 Wita.

“Di media sosial itu, pengunggah menyebut bahwa korban belum sampai di rumahnya, padahal jarak rumah dan sekolah sangat dekat,” ujarnya kepada Kendariinfo, Kamis (20/11).

Setelah ditelusuri, polisi menemukan sejumlah fakta berbeda. Fakta itu didapatkan saat ayah Ayra dan Ayra ditemukan di salah satu warung kopi di Kecamatan Ranomeeto, Konsel, sekitar pukul 21.25 Wita.

Saat diinterogasi, ayah Ayra mengaku, anaknya dijemput langsung oleh dirinya. Ia pun sempat membawa pulang Ayra ke rumah, namun karena tidak ada orang, ia lalu membawa pergi Ayra ke tempatnya bekerja di Kecamatan Kolono, Konsel.

“Ibu korban adalah guru di Konawe. Ayahnya bekerja di Konsel. Jadi ayahnya yang menjemput di sekolah, kemudian membawa anaknya itu bersamanya,” jelasnya.

Lanjut Welliwanto, ayah Ayra sempat ditelepon oleh kakaknya yang menanyakan keberadaan Ayra. Namun sang ayah hanya bercanda dan mengaku tidak mengetahui keberadaan anaknya.

Baca Juga:  Bocah Perempuan di Buton Hilang saat Main ke Hutan

“Ayahnya ternyata bercanda. Tetapi keluarganya panik sehingga membuat unggahan informasi anak hilang hingga viral di media sosial. Kami sudah cek juga, korban itu benar bersama ayahnya di Konsel,” katanya.

Guna mengantisipasi beredarnya isu liar, Polresta Kendari mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang tidak benar dan berpotensi menimbulkan kegaduhan, meskipun hanya dianggap candaan.

“Unggahan itu sudah dihapus dan pihak keluarga telah membuat klarifikasi, termasuk meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten