Sultra Kini Punya 56 Desa Tangguh Bencana, Tersebar di 10 Kabupaten/Kota

Kendari – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini memiliki total 56 desa tangguh bencana yang telah terbentuk dan aktif di 10 kabupaten/kota. Data tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, La Ode Saifuddin, Senin (24/11/2025).
Saifuddin merincikan, desa tangguh bencana tersebar di Kabupaten Buton (6 desa), Konawe (2 desa), Kolaka (29 desa), Konawe Selatan (1 desa), Buton Utara (4 desa), Konawe Utara (2 desa), Kolaka Timur (1 desa), Buton Tengah (7 desa), Kota Kendari (2 desa), dan Kota Baubau (2 desa).
Ia menyebut masih ada tujuh kabupaten/kota yang belum membentuk desa tangguh bencana, yakni Muna, Bombana, Wakatobi, Kolaka Utara, Konawe Kepulauan, Muna Barat, dan Buton Selatan. Daerah-daerah tersebut juga belum menerima penghargaan dalam penyerahan bantuan yang berlangsung pada kegiatan simulasi kebencanaan.
Menurut Saifuddin, BPBD Sultra telah melakukan evaluasi di seluruh daerah yang sudah memiliki desa tangguh bencana dan memastikan struktur serta personelnya telah terbentuk. Ia berharap seluruh kabupaten/kota segera membentuk desa serupa karena pemerintah pusat melalui BNPB berencana menjadikan program tersebut sebagai objek lomba nasional.
“Kami sudah usulkan agar ke depan ada Lomba Desa Tangguh Bencana, seperti lomba desa dan kelurahan yang digelar Kemendagri. Bahkan kami mengusulkan agar juara lomba desa/kelurahan wajib merupakan desa tangguh bencana,” katanya.
Ia menegaskan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama melalui pendekatan pentahelix yakni masyarakat, pemerintah, dunia usaha, TNI-Polri, dan media.
Kata Saifuddin, Gubernur Sultra Andi sumangerukka juga berkomitmen melanjutkan kegiatan simulasi kebencanaan pada tahun depan, termasuk kemungkinan penambahan bantuan ambulans untuk kabupaten/kota.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Mudah-mudahan ke depan seluruh daerah bisa memiliki desa tangguh bencana,” pungkasnya.





