Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Ribuan Hektare Lahan Digarap, Disbunhorti Sultra Genjot Produksi Perkebunan dan Hortikultura Sepanjang 2025

Ribuan Hektare Lahan Digarap, Disbunhorti Sultra Genjot Produksi Perkebunan dan Hortikultura Sepanjang 2025
Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (20/6/2025).

Kendari – Sepanjang 2025, Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbunhorti) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggarap ribuan hektare lahan perkebunan dan hortikultura melalui perluasan areal tanam, penyaluran benih unggul, hingga bantuan alat dan mesin pertanian. Total pengembangan lahan yang dilakukan pemerintah provinsi mencapai lebih dari 1.900 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Pada sub sektor perkebunan, Disbunhorti Sultra mencatat perluasan areal tanam seluas 1.700 hektare, didominasi komoditas kakao seluas 1.000 hektare di lima kabupaten dengan dukungan satu juta benih. Selain itu, pengembangan pala dilakukan di Kabupaten Buton dan Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) seluas 500 hektare, serta lada seluas 200 hektare di Kabupaten Konawe.

Program tersebut turut diperkuat dengan bantuan mesin dan kelengkapan pengolahan sagu di Konawe pada lahan 30 hektare, serta peremajaan kelapa sawit seluas 50,4 hektare di Konawe, Kolaka, dan Konawe Utara (Konut).

Sementara pada sub sektor hortikultura, perluasan areal tanam tercatat mencapai 223 hektare. Komoditas yang dikembangkan meliputi bawang merah, cabai rawit, cabai keriting, alpukat varietas cempedak, dan mangga arumanis yang tersebar di Konawe Selatan (Konsel), Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Utara, Kota Kendari, dan Kabupaten Muna. Pengembangan ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan hortikultura di Sultra.

Dari sisi dukungan produksi, Disbunhorti Sultra menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada 40 kelompok tani dengan cakupan lahan 474 hektare. Bantuan tersebut meliputi pupuk NPK sebanyak 20 ton, herbisida 1.438 liter, 106 unit hand sprayer, 30 roll mulsa plastik, 23 unit pemotong rumput, serta 17 unit cultivator. Konsel tercatat sebagai penerima terbesar sarana produksi, sementara Kolut mendapat porsi dominan untuk bantuan mekanisasi.

Baca Juga:  “Iqro” Resmi Dirilis, Raim Laode Sajikan Lagu Penuh Refleksi Diri

Kepala Disbunhorti Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, mengatakan rangkaian program tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan produksi dan produktivitas petani.

“Kalau pendampingan budidaya dilakukan dengan baik, potensi peningkatan produksi sub sektor perkebunan di Sultra bisa mencapai 55 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara hortikultura sekitar 15 persen,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).

Selain penguatan produksi di lapangan, Disbunhorti Sultra juga melakukan pengembangan kapasitas petani melalui bimbingan teknis dan pemetaan kelompok tani di enam kabupaten, serta mulai menerapkan Sistem Informasi Manajemen Perkebunan dan Hortikultura Sultra (SIMBUNHORTI) untuk mendukung pendataan dan pelayanan berbasis digital.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten